Tabanan Catat 22.415 Individu Desil 1, Raih Peringkat III Jawa–Bali
Pemkab Tabanan mencatat 6.943 keluarga atau 22.415 individu berada pada desil 1 dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca Diperbarui
Tabanan — Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat penanggulangan kemiskinan dan stunting melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan data tunggal sosial dan ekonomi nasional, serta penyelarasan dukungan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Dalam rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) pada Senin, 7 September 2026, tercatat 6.943 keluarga atau 22.415 individu di Tabanan berada pada desil 1, kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam basis data tersebut.
Rapat koordinasi TKPK digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Tabanan, dan dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Menurut pemberitaan media lokal, forum ini dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha melalui skema TJSP, serta pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan.
Bupati Sanjaya menegaskan kemiskinan tidak dapat dipandang hanya dari sisi rendahnya pendapatan, melainkan sebagai persoalan multidimensional yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, lapangan pekerjaan, dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Ia menekankan penggunaan data akurat agar intervensi pemerintah tepat sasaran hingga tingkat keluarga.
Tiga arah penanggulangan
Dalam sambutannya, Sanjaya menyebut tiga arah utama penanggulangan kemiskinan di Tabanan. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.
Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin atau kurang mampu melalui penguatan sektor ekonomi potensial, termasuk pertanian dan pariwisata.
Ketiga, mengurangi dan menangani kantong-kantong kemiskinan melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah mengaitkan agenda tersebut dengan perluasan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor pertanian dan pariwisata sebagai penopang perekonomian lokal. Sejalan dengan itu, Sanjaya mengajak seluruh pemangku kepentingan menyatukan langkah untuk menurunkan angka kemiskinan di Tabanan secara konsisten dan berbasis data.
RPKD dan Desa Presisi
Menurut penjelasan Bupati, Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 telah menjadi landasan strategis dalam mengarahkan program penanggulangan kemiskinan agar dilaksanakan secara terpadu, terarah, berbasis data, dan berkelanjutan. Dokumen ini memuat profil kemiskinan, prioritas program, serta lokasi sasaran penanggulangan kemiskinan.
San jaya menekankan pentingnya Program Desa Presisi sebagai basis data desa yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan. Ia menyatakan bahwa setiap desa perlu memiliki data presisi sehingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dapat menyusun kebijakan yang tepat guna dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi TKPK disebut bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, mengidentifikasi hambatan, menyelaraskan dukungan TJSP, serta memperkuat ketepatan sasaran berbasis data dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Tabanan.
Peringkat III penanggulangan kemiskinan dan stunting
Upaya penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting yang diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor tersebut turut mengantarkan Kabupaten Tabanan meraih peringkat III kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tingkat kabupaten pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa–Bali Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Menurut pemberitaan nasional dan regional, pada kategori ini Kabupaten Badung meraih peringkat pertama, Kabupaten Gianyar peringkat kedua, dan Kabupaten Tabanan peringkat ketiga. Selain piagam dan trofi, Kemendagri memberikan apresiasi berupa insentif fiskal, di mana pemerintah daerah peringkat ketiga menerima dukungan senilai Rp1 miliar.
Di tingkat provinsi, Bali juga dinobatkan sebagai terbaik pertama dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting se-Jawa–Bali, sehingga turut memperkuat posisi daerah-daerah di Bali dalam penguatan program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum & Kriminal
Dua WNA Diduga Curi Uang Pedagang Sembako di Tabanan
Dua warga negara asing diduga mencuri uang tunai milik pedagang sembako di Bajera, Selemadeg, Tabanan, Bali. Polisi sudah memeriksa korban, saksi, dan…
Terbaru di Pemerintahan
Berita utama hari ini

Baca juga





