Koster: Kunjungan Wisatawan ke Bali Stabil Meski Banyak Vila dan Hotel Dijual
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kunjungan wisatawan ke Bali tetap stabil pada kisaran puluhan ribu orang per hari dan menilai maraknya penjualan vila serta hotel lebih berkaitan dengan keputusan bisnis masing-masing pemilik, bukan…
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan normal meski ramai kabar banyak vila dan hotel ditawarkan untuk dijual. Ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Bali saat ini berada pada kisaran yang stabil.
Koster menyampaikan hal itu seusai mengikuti Rapat Paripurna ke-51 DPRD Bali pada 21 September 2026 di Denpasar. Menurut dia, kunjungan wisatawan mancanegara harian berada pada kisaran 20.000 hingga 24.000 orang per hari, sedangkan wisatawan domestik sekitar 12.000 hingga 14.000 orang per hari. Ia menilai angka tersebut menunjukkan pariwisata Bali masih dalam kondisi normal.
Koster mengatakan fenomena banyaknya vila dan hotel yang dijual tidak serta-merta menggambarkan adanya masalah di sektor pariwisata. Ia menilai keputusan menjual atau melepas aset akomodasi lebih berkaitan dengan kondisi masing-masing entitas bisnis.
Ia juga membantah anggapan bahwa maraknya penjualan vila dan hotel disebabkan turunnya tingkat hunian atau kunjungan wisatawan. Menurut Koster, tingkat okupansi akomodasi resmi di Bali pada umumnya masih baik sehingga dinamika penjualan aset lebih tepat dilihat sebagai bagian dari siklus usaha.
Gubernur menambahkan, selama pelaku usaha pariwisata menjalankan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku, perubahan kepemilikan vila atau hotel merupakan keputusan bisnis yang wajar. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tetap memantau perkembangan pariwisata dan mendorong pelaku usaha menjaga kepatuhan terhadap regulasi.
Dalam pemberitaan lain, Koster sebelumnya juga pernah menjelaskan bahwa perubahan pola kunjungan dan pilihan akomodasi wisatawan mendorong pemerintah menata kembali sektor pariwisata, termasuk pengawasan terhadap akomodasi yang tidak berizin. Pemerintah provinsi menargetkan pariwisata Bali bertumpu pada kualitas dan kepatuhan usaha terhadap aturan perpajakan dan perizinan.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan pariwisata di tingkat nasional pun menyoroti fenomena penjualan aset akomodasi di Bali sebagai bagian dari dinamika bisnis yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari biaya operasional, struktur pembiayaan, hingga perubahan preferensi wisatawan. Namun, mereka menilai kondisi ini belum serta-merta menunjukkan penurunan tajam pada kinerja pariwisata Bali.
Pemerintah provinsi menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan pelaku industri pariwisata dan pemerintah pusat untuk menjaga keberlanjutan sektor ini, termasuk melalui penataan akomodasi, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan regulasi yang mendukung iklim usaha yang sehat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pariwisata
Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi w…
Terbaru di Pariwisata
Berita utama hari ini

Baca juga





