Bali Aktual

Jumat, 6 November 2026

Bali Catat 48 Bencana dalam Tiga Hari November

Bali mencatat 48 kejadian bencana alam pada tiga hari pertama November 2026. Denpasar dan delapan kabupaten lain dipetakan menghadapi ancaman berbeda.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seorang pengendara motor melintasi jalan beraspal saat hujan deras di malam hari di antara deretan tenda.
Ilustrasi: Seorang pengendara motor melintasi jalan beraspal saat hujan deras di malam hari di antara deretan tenda. · Foto: Andre Mouton / Pexels

Denpasar — Sebanyak 48 kejadian bencana alam tercatat di Bali pada tiga hari pertama November 2026. Kesiapan penanggulangan bencana ditegaskan melalui apel gabungan di Lapangan Iptu Soetardjo Tohpati, Denpasar, pada Kamis, 5 November 2026.

Pemetaan mitigasi menempatkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali sebagai wilayah rawan bencana alam. Kota Denpasar menghadapi potensi banjir dan pohon tumbang. Delapan kabupaten lain—Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, Karangasem, dan Klungkung—dipetakan menghadapi ancaman tanah longsor, pohon tumbang, serta banjir.

Apel tersebut menjadi penanda kesiapan unsur pemerintah daerah dan aparat untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi pada awal musim hujan. Di Denpasar, titik rawan perlu menjadi perhatian warga ketika hujan turun, terutama pada ruas yang berdekatan dengan pepohonan dan lokasi yang berpotensi tergenang.

Peta rawan menentukan kewaspadaan warga Bali

Bagi pembaca di Denpasar dan delapan kabupaten tersebut, informasi ini mengubah cara memantau perjalanan harian. Warga perlu memperhatikan genangan, pohon rapuh, serta tanda pergerakan tanah sebelum melanjutkan perjalanan. Di wilayah kabupaten, ancaman dapat muncul bersamaan, sehingga jalur menuju desa dan kawasan perbukitan perlu dipantau saat hujan.

Catatan 48 kejadian bencana alam dikaitkan dengan periode tiga hari pertama November 2026. Apel kesiapan pada 5 November 2026 digelar di Denpasar sebagai bagian dari antisipasi dan penanggulangan bencana, sementara pemetaan risiko menjadi dasar penentuan ancaman di tiap wilayah.

Perubahan yang perlu diperhatikan pembaca hari ini adalah meningkatnya kebutuhan untuk memeriksa kondisi jalur sebelum berangkat. Denpasar diprioritaskan terhadap risiko banjir dan pohon tumbang, sedangkan Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, Karangasem, dan Klungkung perlu mewaspadai tiga ancaman sekaligus: longsor, pohon tumbang, dan banjir.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.