Bali Catat 48 Bencana dalam Tiga Hari November
Bali mencatat 48 kejadian bencana alam pada tiga hari pertama November 2026. Denpasar dan delapan kabupaten lain dipetakan menghadapi ancaman berbeda.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Denpasar — Sebanyak 48 kejadian bencana alam tercatat di Bali pada tiga hari pertama November 2026. Kesiapan penanggulangan bencana ditegaskan melalui apel gabungan di Lapangan Iptu Soetardjo Tohpati, Denpasar, pada Kamis, 5 November 2026.
Pemetaan mitigasi menempatkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali sebagai wilayah rawan bencana alam. Kota Denpasar menghadapi potensi banjir dan pohon tumbang. Delapan kabupaten lain—Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, Karangasem, dan Klungkung—dipetakan menghadapi ancaman tanah longsor, pohon tumbang, serta banjir.
Apel tersebut menjadi penanda kesiapan unsur pemerintah daerah dan aparat untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi pada awal musim hujan. Di Denpasar, titik rawan perlu menjadi perhatian warga ketika hujan turun, terutama pada ruas yang berdekatan dengan pepohonan dan lokasi yang berpotensi tergenang.
Peta rawan menentukan kewaspadaan warga Bali
Bagi pembaca di Denpasar dan delapan kabupaten tersebut, informasi ini mengubah cara memantau perjalanan harian. Warga perlu memperhatikan genangan, pohon rapuh, serta tanda pergerakan tanah sebelum melanjutkan perjalanan. Di wilayah kabupaten, ancaman dapat muncul bersamaan, sehingga jalur menuju desa dan kawasan perbukitan perlu dipantau saat hujan.
Catatan 48 kejadian bencana alam dikaitkan dengan periode tiga hari pertama November 2026. Apel kesiapan pada 5 November 2026 digelar di Denpasar sebagai bagian dari antisipasi dan penanggulangan bencana, sementara pemetaan risiko menjadi dasar penentuan ancaman di tiap wilayah.
Perubahan yang perlu diperhatikan pembaca hari ini adalah meningkatnya kebutuhan untuk memeriksa kondisi jalur sebelum berangkat. Denpasar diprioritaskan terhadap risiko banjir dan pohon tumbang, sedangkan Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, Karangasem, dan Klungkung perlu mewaspadai tiga ancaman sekaligus: longsor, pohon tumbang, dan banjir.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Gerindra DPRD Badung Soroti Keamanan dan Banjir Kawasan Pariwisata
Fraksi Gerindra DPRD Badung meminta penguatan patroli, operasional Satpol PP Pariwisata 24 jam, serta percepatan penanganan drainase dan sedimentasi T…
Terbaru di Kabupaten/Kota

Berita utama hari ini

Baca juga




