Bali Aktual

Jumat, 6 November 2026

Apa arti empat indikator ekonomi Bali 2025 bagi krama?

Empat indikator resmi menunjukkan ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen pada 2025, disertai penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan 2026.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pura Ulun Danu Beratan di tepi danau berlatar perbukitan hijau dan langit berawan.
Ilustrasi: Pura Ulun Danu Beratan di tepi danau berlatar perbukitan hijau dan langit berawan. · Foto: Veronika Andrews / Pexels

Denpasar — Ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen pada 2025, sementara kemiskinan tercatat 3,42 persen, tingkat pengangguran terbuka 1,45 persen, dan rasio Gini 0,333. Angka-angka ini menjadi dasar untuk membaca apakah pertumbuhan ikut dirasakan rumah tangga di Bali.

Data Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan pertumbuhan ekonomi 2025 meningkat dari 5,48 persen pada 2024. Pada saat yang sama, tingkat kemiskinan turun dari 3,80 persen menjadi 3,42 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 1,79 persen menjadi 1,45 persen. Rasio Gini juga turun dari 0,348 menjadi 0,333, yang menunjukkan distribusi pendapatan lebih merata dibanding tahun sebelumnya.

Apa arti empat angka ini bagi krama Bali?

Pertumbuhan ekonomi menggambarkan peningkatan kegiatan ekonomi secara keseluruhan, tetapi belum otomatis menjelaskan kondisi setiap keluarga. Karena itu, angka kemiskinan dan pengangguran perlu dibaca bersamaan. Bagi krama di desa adat, banjar, maupun wilayah perkotaan, penurunan pengangguran berarti lebih sedikit penduduk yang tercatat belum memperoleh pekerjaan, sedangkan penurunan kemiskinan menunjukkan berkurangnya proporsi penduduk di bawah garis kemiskinan.

Rasio Gini dipakai untuk membaca ketimpangan pendapatan. Nilai yang lebih rendah menunjukkan pembagian pendapatan yang lebih merata. Angka 0,333 pada 2025 memberi konteks bahwa pertumbuhan ekonomi Bali berjalan bersama perbaikan pemerataan, meski indikator provinsi tidak menggambarkan perbedaan antarkabupaten, antarkota, atau antarkecamatan.

Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Provinsi Bali Februari 2026 mencatat ekonomi Bali 2025 tumbuh 5,82 persen secara tahunan. Rentang ini merupakan perkiraan, bukan hasil akhir, sehingga realisasinya masih bergantung pada perkembangan ekonomi sepanjang tahun.

Bagi pembaca hari ini, empat indikator tersebut dapat dipakai sebagai patokan saat menilai kabar ekonomi Bali: pertumbuhan menunjukkan lajunya, kemiskinan dan pengangguran menunjukkan jangkauan manfaatnya, sedangkan rasio Gini menunjukkan tingkat pemerataannya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.