Investasi Bali Mendekati Rp49 Triliun, BI Perkuat Ekonomi Bali Utara
BI mendorong industri pengolahan hasil pertanian dan kelautan di Bali Utara melalui FGD BALINOMICS di Buleleng pada 5 November 2026. Investasi Bali mendekati Rp48 triliun hingga Rp49 triliun.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Buleleng — Bank Indonesia (BI) pada 5 November 2026 mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan kelautan di Bali Utara sebagai salah satu cara memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
Dorongan itu disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) BALINOMICS Triwulan III 2026 di Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Forum tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng, BI, akademisi, serta pemangku kepentingan lain untuk membahas penguatan ekonomi Bali dan pemerataan pembangunan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani menyebut industri pengolahan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Hasil pertanian dan kelautan yang selama ini dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, termasuk produk ekstrak alami dengan dukungan teknologi dan inovasi.
Pembahasan juga mencakup pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, pemerataan investasi dan pembangunan infrastruktur, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor produksi komoditas pangan. Konektivitas Bali Utara-Bali Selatan menjadi bagian dari strategi agar kegiatan ekonomi tidak hanya bertumpu di kawasan selatan.
Mengapa ini penting bagi pembaca Bali Utara
BI menyebut realisasi investasi Bali hingga saat ini telah mendekati target sekitar Rp48 triliun hingga Rp49 triliun. Investasi tersebut masih cenderung terkonsentrasi di Bali Selatan, sehingga pengembangan industri pengolahan di Buleleng dan wilayah Bali Utara dapat membuka ruang usaha baru bagi pelaku produksi, pengolahan, dan UMKM.
Bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal, perubahan yang ditawarkan bukan sekadar menjual komoditas, melainkan mengolahnya agar memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas. Pengembangan itu tetap diarahkan untuk memperhatikan kelestarian lingkungan, karena alam Bali juga menjadi penopang pariwisata.
BI berharap penguatan konektivitas, investasi, sektor produksi, dan industri pengolahan dapat membantu Bali Utara berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BMKG Peringatkan Hujan di Tiga Kabupaten dan Gelombang 2,5 Meter
BMKG memperingatkan hujan sedang hingga lebat di Badung, Tabanan, dan Buleleng pada 5–6 November 2026. Gelombang selatan Bali berpotensi mencapai 2,5…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





