Bali Aktual

Kamis, 5 November 2026

Kenaikan Harga Tepung dan Mi Instan Diwaspadai Menekan Daya Beli Bali

Akademisi Undiknas menilai kenaikan tepung impor hingga 16,7 persen dan kemungkinan harga mi instan Rp4.000 per bungkus dapat menekan daya beli serta mendorong biaya makanan olahan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang menaburkan tepung ke dalam mangkuk berisi adonan di atas meja dapur.
Ilustrasi: Seseorang menaburkan tepung ke dalam mangkuk berisi adonan di atas meja dapur. · Foto: Mikhail Nilov / Pexels

Denpasar — Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional, Ida Bagus Raka Suardana, mengatakan kenaikan harga tepung impor hingga 16,7 persen dan kemungkinan harga mi instan mencapai Rp4.000 per bungkus perlu diwaspadai pada Rabu, 4 November 2026.

Mengapa ini penting: Rumah tangga dan usaha makanan di Bali berpotensi menghadapi kenaikan pengeluaran jika harga tepung dan mi instan meningkat.

Menurut Raka, kenaikan itu berpotensi menekan inflasi daerah, terutama pada kelompok makanan dan minuman. Ia juga menyebut kenaikan harga pangan dapat mengurangi daya beli rumah tangga, khususnya masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

Raka mengatakan konsumen dapat mengurangi pembelian, beralih ke produk pengganti, atau memilih pangan lokal yang lebih ekonomis. Kenaikan harga bahan baku juga berpotensi meningkatkan biaya produksi makanan olahan.

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah untuk mengantisipasi agar kenaikan harga bahan baku tidak semakin membebani masyarakat.

Harga bahan baku usaha ikut naik

Dalam laporan lain pada 3 November 2026, pelaku usaha kue rumahan di Denpasar menyebut harga tepung terigu yang dibelinya naik dari Rp114.000 menjadi Rp135.000 per dus. Kenaikan itu disebut membebani usaha mikro, kecil, dan menengah.

Data pemantauan harga Pemerintah Provinsi Bali untuk tujuh komoditas prioritas juga diperbarui pada 3 November 2026. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan harga pangan di Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.