Bali Aktual

Rabu, 4 November 2026

El Niño Menekan Terumbu Karang Indonesia hingga 2028

El Niño dapat menaikkan suhu laut Indonesia hingga 2.5 degrees Celsius di atas rata-rata. Dampaknya pada terumbu karang diperkirakan mulai terlihat tahun depan dan berlanjut hingga 2028.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seekor ikan leter enam berenang di dekat terumbu karang di bawah laut.
Ilustrasi: Seekor ikan leter enam berenang di dekat terumbu karang di bawah laut. · Foto: Siarhei Nester / Pexels

Komodo — El Niño tahun ini dapat menaikkan suhu laut Indonesia hingga 2.5 degrees Celsius di atas rata-rata, dengan dampak pada terumbu karang mulai terlihat tahun depan dan berlanjut hingga 2028.

Fenomena iklim yang menghangatkan Samudra Pasifik itu disebut para ahli iklim sebagai peristiwa “Godzilla” karena intensitasnya. Dampaknya belum terlihat di laut, tetapi kekeringan memburuk dan kebakaran hutan terjadi di Kalimantan serta Sumatra. Terumbu karang diperkirakan menghadapi tekanan ketika kenaikan suhu laut mulai terasa.

Pemulihan terumbu berjalan di Nusa Penida

Bagi pembaca Bali, perubahan ini berkaitan dengan kawasan konservasi laut di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kecamatan Nusa Penida. Coral Triangle Center memulihkan terumbu yang rusak di Nusa Penida Marine Protected Area bersama pemerintah dan komunitas lokal. Pekerjaan itu menggunakan Mars Assisted Reef Restoration System, atau MARRS, dengan struktur Reef Stars yang ditempeli pecahan karang.

Oceanic Society menyebut pada 2026 setiap pelancong dalam ekspedisi multi-hari mendanai penanaman tiga fragmen karang tahan iklim di Nusa Penida. Program itu juga mendukung mata pencaharian berkelanjutan, riset lokal, pemantauan lokasi, serta pelibatan masyarakat dalam konservasi.

Data program mencatat 1,088 Reef Stars telah dipasang, 16,320 fragmen karang ditransplantasikan, dan 652.4 m² terumbu yang hancur dipulihkan. Dalam lima tahun ke depan, Coral Triangle Center menargetkan pemulihan 6,000 meter persegi habitat terumbu karang yang terdegradasi di Nusa Penida.

Yang berubah bagi pembaca hari ini: aktivitas wisata laut di Nusa Penida tetap berlangsung, tetapi perilaku di dalam kawasan konservasi menjadi bagian dari perlindungan terumbu. Pilih operator yang mendukung konservasi, gunakan tabir surya ramah terumbu, dan jangan menyentuh atau berdiri di atas karang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.