Bali Aktual

Senin, 2 November 2026

Surplus Perdagangan Bali: Ekspor US$322,76 Juta pada 2025

Bali mencatat surplus perdagangan barang US$239,35 juta pada Januari–Juli 2025. BPS merinci nilai ekspor, impor, pasar utama, dan batas makna angka tersebut bagi ekonomi daerah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan kontainer kargo warna-warni dan sebuah forklift pengangkat di area pelabuhan.
Ilustrasi: Tumpukan kontainer kargo warna-warni dan sebuah forklift pengangkat di area pelabuhan. · Foto: Aan Amrin / Pexels

Surplus perdagangan barang Bali menunjukkan nilai ekspor daerah lebih besar daripada impornya. Menurut BPS Provinsi Bali, sepanjang Januari–Juli 2025 ekspor Bali mencapai US$322,76 juta, sedangkan impor US$83,41 juta, sehingga neraca perdagangan tercatat surplus US$239,35 juta.

Apa yang dimaksud surplus perdagangan Bali?

Surplus terjadi ketika nilai barang yang dijual Bali ke luar negeri lebih besar daripada nilai barang yang dibeli dari luar negeri. Angka ini mengukur perdagangan barang, bukan seluruh pendapatan pariwisata atau transaksi jasa.

BPS Provinsi Bali melaporkan surplus tersebut untuk periode Januari–Juli 2025. Karena itu, angka itu tidak dapat dibaca sebagai capaian untuk satu tahun penuh.

Dari mana angka surplus itu berasal?

Menurut BPS Provinsi Bali, nilai ekspor barang Bali pada Januari–Juli 2025 sebesar US$322,76 juta, sementara nilai impornya US$83,41 juta. Selisih yang dilaporkan BPS adalah surplus US$239,35 juta.

BPS juga mencatat nilai impor turun 11,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan atau penurunan nilai perdagangan tidak otomatis menunjukkan perubahan volume barang karena angka tersebut dinyatakan dalam nilai dolar.

Komoditas dan negara mana yang menonjol?

BPS mencatat ekspor komoditas buah-buahan meningkat 419,64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Data itu menunjukkan perubahan nilai ekspor komoditas tersebut, bukan persentase kontribusinya terhadap seluruh ekspor Bali.

Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai US$104,18 juta atau 32,28 persen. Berikutnya adalah Cina dengan US$26,36 juta atau 8,17 persen, serta Australia dengan US$24,76 juta atau 7,67 persen, menurut BPS Provinsi Bali.

Apakah surplus berarti semua sektor ekonomi Bali membaik?

Tidak. Surplus perdagangan hanya menggambarkan neraca barang dalam periode tertentu. Indikator ini tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi seluruh sektor, termasuk pariwisata, tenaga kerja, konsumsi rumah tangga, atau perdagangan jasa.

Dokumen Provinsi Bali Dalam Angka 2025 dari BPS menyediakan rangkaian statistik provinsi lintas sektor, sedangkan Bappeda Provinsi Bali pada 2026 membahas 111 indikator outcome prioritas dan 128 indikator outcome Program Strategis Nasional. Keduanya menunjukkan bahwa kinerja daerah dinilai melalui banyak indikator, bukan neraca perdagangan saja.

Mengapa data ini penting bagi Bali?

Neraca perdagangan membantu membaca hubungan Bali dengan pasar luar negeri dan menunjukkan posisi ekspor-impor barang daerah. Namun, pembaca perlu melihat periode, jenis transaksi, dan indikator lain sebelum menarik kesimpulan tentang perekonomian Bali secara keseluruhan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.