Bali Aktual

Senin, 2 November 2026

Koster Jelaskan Belanja Modal Bali 2027 Turun Menjadi Rp337,8 Miliar

Pemprov Bali menjelaskan belanja modal RAPBD 2027 turun menjadi Rp337,8 miliar karena proyek strategis banyak yang selesai. Belanja Tidak Terduga naik menjadi Rp150 miliar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seorang pekerja memotong aspal jalan menggunakan mesin pemotong di samping kerucut lalu lintas.
Ilustrasi: Seorang pekerja memotong aspal jalan menggunakan mesin pemotong di samping kerucut lalu lintas. · Foto: Thomas Fuhrmann / Pexels

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan pada 30 Oktober 2026 bahwa belanja modal dalam RAPBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2027 ditetapkan sebesar Rp337,8 miliar, turun Rp468,4 miliar dari APBD 2026.

Penjelasan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-56 DPRD Bali di Denpasar. Alokasi belanja modal tersebut lebih rendah dibandingkan Rp806,2 miliar pada APBD 2026, atau turun 58,1 persen. Koster menyebut penurunan terjadi karena pendanaan sejumlah proyek infrastruktur strategis telah selesai atau memasuki tahap akhir.

Proyek yang disebut antara lain pengadaan lahan untuk jalan shortcut Singaraja–Denpasar, penataan Kawasan Suci Besakih, revitalisasi Parahyangan Pura Besakih beserta pura-pura pekidehnya, serta pembangunan Tower Turyapada. Pembangunan menara utama Tower Turyapada telah selesai, sedangkan konstruksi dan pemasangan gondola masih berlangsung.

Belanja dasar tetap menjadi penyangga layanan publik

Pemprov Bali menyatakan pelayanan publik utama tetap dijaga melalui penyusunan belanja wajib, peningkatan kualitas layanan, program berdampak ekonomi jangka panjang, serta pos belanja lain, hibah, dan bantuan keuangan khusus. Pemerintah daerah juga menaikkan Belanja Tidak Terduga menjadi Rp150 miliar pada RAPBD 2027, dari Rp50 miliar sebelumnya, sebagai langkah mitigasi fiskal.

Bagi pembaca di kabupaten dan kota di Bali, perubahan yang perlu dicatat hari ini adalah angka belanja modal 2027 masih berada dalam RAPBD, sehingga belum menjadi APBD final. Layanan dasar tetap menjadi prioritas pemerintah provinsi, sementara pembahasan anggaran berlanjut bersama DPRD Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.