Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

RAPBD Bali 2027 Perkuat Program Promotif dan Preventif Kesehatan

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan program promotif dan preventif perlu diperkuat dalam RAPBD 2027 untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan menekan biaya pengobatan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Semangkuk kacang dan buah kering, sebuah apel merah, dan stetoskop di atas permukaan putih.
Ilustrasi: Semangkuk kacang dan buah kering, sebuah apel merah, dan stetoskop di atas permukaan putih. · Foto: Atlantic Ambience / Pexels

DPRD Provinsi Bali — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pemerintah provinsi akan memperkuat program promotif dan preventif dalam RAPBD Semesta Berencana Bali Tahun Anggaran 2027. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 30 Oktober 2026, saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bali dalam Rapat Paripurna ke-56.

Mengapa ini penting: Arah ini menjadi dasar penyusunan program kesehatan Bali 2027, dengan fokus pada pencegahan penyakit dan pengurangan biaya pengobatan bagi masyarakat.

Menurut Koster, kebijakan kesehatan tidak semestinya hanya berfokus pada penanganan pasien setelah sakit. Pemerintah perlu memperkuat promosi kesehatan dan pencegahan penyakit untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mengurangi biaya pelayanan kuratif atau pengobatan.

Balipost.com melaporkan Koster sependapat dengan pandangan fraksi-fraksi yang meminta pemerintah daerah mengutamakan upaya promotif dan preventif dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendekatan tersebut sebagai pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan dan alokasi anggaran kesehatan.

Atnews.id melaporkan bahwa jawaban gubernur atas pandangan fraksi disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-56 DPRD Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027. Penyusunan RAPBD 2027, menurut Koster, diarahkan pada efektivitas alokasi belanja, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

RAPBD 2027 masih berada dalam tahap pembahasan antara pemerintah provinsi dan DPRD Bali sebelum ditetapkan menjadi APBD. Pemerintah provinsi sebelumnya merancang pendapatan daerah lebih dari Rp5,7 triliun dan belanja daerah lebih dari Rp6,1 triliun.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.