Bali Aktual

Sabtu, 31 Oktober 2026

Koster Tinjau Pendangkalan dan Pencemaran Danau Batur di Kintamani

Wayan Koster meninjau Danau Batur bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli di Desa Buahan, Kintamani. Pendangkalan, sedimentasi, pencemaran, dan sampah menjadi fokus pemulihan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan panorama danau di antara perbukitan hijau di bawah langit cerah berawan.
Ilustrasi: Pemandangan panorama danau di antara perbukitan hijau di bawah langit cerah berawan. · Foto: Guillaume Meurice / Pexels

Bangli — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa dan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meninjau kondisi Danau Batur di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat, 30 Oktober 2026.

Peninjauan dilakukan menggunakan perahu karet untuk melihat langsung pendangkalan, sedimentasi, pencemaran, serta tantangan pemulihan ekosistem danau. Koster menyebut Danau Batur membutuhkan perhatian dan penanganan serius karena berperan strategis bagi kehidupan masyarakat Bali.

Persoalan yang disorot mencakup sampah, pencemaran, sedimentasi, perubahan tata guna lahan, dan dampak perubahan iklim. Penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, desa adat, komunitas lingkungan, dan masyarakat diminta bekerja bersama.

Pemulihan Danau Batur menyentuh kehidupan warga Kintamani

Bagi pembaca di Bangli dan kawasan Danau Batur, kondisi danau berkaitan dengan sumber air, kegiatan ekonomi, perikanan, serta arah pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya. Desa adat berarti kesatuan masyarakat hukum adat; keterlibatannya diperlukan agar upaya menjaga danau berjalan bersama aturan dan praktik setempat.

Pada hari yang sama, Pangdam IX/Udayana mendukung langkah pemulihan ekologis, termasuk penanganan sampah organik. Koster menekankan bahwa menjaga kelestarian Danau Batur bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

Pemulihan ekosistem tersebut ditempatkan sebagai bagian dari visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, khususnya nilai Danu Kerthi yang menekankan kesucian dan kelestarian sumber air. Koster berharap sinergi pemerintah, TNI, dan masyarakat diperkuat melalui langkah konkret dan berkelanjutan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Berita Bali

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.