Bali Aktual

Senin, 19 Oktober 2026

Koster Usulkan Dukungan Infrastruktur Bali Setara 5 Persen Devisa

Wayan Koster mengusulkan dukungan pembiayaan infrastruktur pariwisata Bali dari pemerintah pusat senilai sedikitnya 5 persen devisa pariwisata Bali, yang disebut mencapai Rp176 triliun pada 2025.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan raya perkotaan yang dipadati pertokoan, kendaraan roda empat, dan sepeda motor.
Ilustrasi: Jalan raya perkotaan yang dipadati pertokoan, kendaraan roda empat, dan sepeda motor. · Foto: AHMAD GHANI / Pexels

Denpasar — Pada 17 Oktober 2026, Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan dukungan pembiayaan infrastruktur pariwisata dari pemerintah pusat senilai sedikitnya 5 persen dari devisa pariwisata Bali. Usulan itu disampaikan saat membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week 2026 di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Kota Denpasar.

Koster menyebut devisa pariwisata Bali mencapai Rp176 triliun pada 2025. Ia meminta dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diberikan lebih proporsional dengan mempertimbangkan kontribusi ekonomi Bali serta beban layanan publik untuk wisatawan dan masyarakat.

Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah, meningkatkan konektivitas, dan menangani persoalan yang memengaruhi keberlanjutan pariwisata. Bali disebut menghasilkan sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional yang mencapai Rp319,9 triliun.

Dukungan infrastruktur menentukan akses dan layanan pariwisata Bali

Bagi pembaca di Bali, perubahan yang perlu dicermati hari ini adalah arah kebijakan pembiayaan, bukan pemberlakuan tarif atau penutupan jalur baru. Jika usulan itu mendapat tindak lanjut, pembiayaan dapat diarahkan pada infrastruktur yang melayani kawasan wisata sekaligus kebutuhan krama, yaitu warga dalam komunitas adat Bali.

Dalam laporan terkait, kebutuhan yang disoroti mencakup infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Penguatan konektivitas antarwilayah juga dipandang penting agar pembangunan pariwisata tidak hanya bertumpu pada kawasan Bali Selatan.

Usulan Koster masih berupa dorongan kepada pemerintah pusat. Laporan yang tersedia tidak menyebut keputusan pencairan dana, besaran anggaran yang telah disetujui, jadwal pelaksanaan, atau perubahan layanan bagi wisatawan pada hari itu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Berita Bali

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.