Bali Aktual

Senin, 19 Oktober 2026

Mengapa Curah Hujan Rendah Mendominasi Awal Oktober 2026?

BMKG mencatat curah hujan rendah mendominasi 83,85 persen wilayah Indonesia pada dasarian I Oktober 2026. Bali perlu membaca data nasional bersama pembaruan cuaca setempat.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan retak-retak diapit bebatuan dan sedikit tanaman hijau.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan retak-retak diapit bebatuan dan sedikit tanaman hijau. · Foto: Henrik Pfitzenmaier / Pexels

Denpasar — BMKG mencatat 83,85 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada dasarian I Oktober 2026.

Dalam laporan tersebut, curah hujan kategori menengah mencakup 14,42 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi 1,73 persen. BMKG juga mencatat sifat hujan berada pada kategori bawah normal di 87,72 persen wilayah, normal 5,19 persen, dan atas normal 7,09 persen.

Dasarian I berarti sepuluh hari pertama dalam satu bulan. Data ini menggambarkan kondisi Indonesia secara nasional, termasuk Bali, tetapi tidak merinci persentase khusus untuk setiap kabupaten atau kota di Bali.

Apa arti angka BMKG bagi pembaca di Bali

Dominasi curah hujan rendah menjadi informasi yang perlu diperhatikan oleh krama, desa adat, subak, pelaku usaha, dan warga yang mengandalkan ketersediaan air. Subak adalah organisasi pengelola irigasi tradisional Bali; perubahan hujan dapat memengaruhi pengaturan air sawah, kebutuhan penyiraman, serta kewaspadaan terhadap kekeringan.

Analisis BMKG mencakup kondisi curah hujan dasarian I Oktober 2026. Pada dasarian I Oktober, curah hujan bervariasi dari kategori tinggi, menengah, hingga rendah.

Untuk pembaca di Bali, angka nasional ini bukan pengganti prakiraan kabupaten atau kota. Kondisi lapangan dapat berbeda antara Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Karena itu, kebutuhan air, kegiatan subak, serta pekerjaan luar ruang tetap perlu menyesuaikan informasi BMKG setempat.

Data ini tidak menetapkan perubahan tarif, jadwal, atau penutupan layanan pada 13 Oktober 2026. Perubahan yang dapat dipakai hari itu adalah meningkatkan pemantauan ketersediaan air dan mengikuti pembaruan cuaca resmi, terutama bagi wilayah yang mulai menghadapi periode lebih kering.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.