Pasokan BBM Terbatas, Kunjungan Wisatawan ke Lovina Turun 70–80 Persen
Kunjungan wisatawan ke Lovina, Buleleng, turun 70–80 persen dalam 4 hingga 5 hari terakhir karena pasokan BBM terbatas. Pendapatan pelaku wisata turun hingga 90 persen.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Lovina — Kunjungan wisatawan ke kawasan Lovina, Kabupaten Buleleng, turun 70–80 persen dalam 4 hingga 5 hari terakhir akibat terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM). Penurunan ini disampaikan pelaku wisata Nyoman Arya Astawa pada Minggu 18 Oktober 2026.
Wisata bahari, termasuk aktivitas melihat lumba-lumba, ikut terdampak karena operasional perahu bergantung pada ketersediaan BBM. Pelaku usaha restoran dan usaha pariwisata lain di kawasan Lovina juga merasakan penurunan kunjungan.
Arya menyebut pendapatannya turun hingga 90 persen. Pada hari normal, pendapatan yang ia gambarkan sekitar Rp 1 juta, sedangkan dalam beberapa hari terakhir paling banyak Rp 50 ribu. Ia mengatakan kondisi itu terjadi ketika BBM mulai sulit diperoleh di Buleleng.
Kelangkaan BBM mengubah aktivitas wisata bahari di Lovina
Bagi pembaca yang hendak berwisata ke Lovina hari ini, ketersediaan BBM menjadi faktor yang perlu diperhitungkan sebelum memesan perjalanan laut. Kegiatan melihat lumba-lumba membutuhkan bahan bakar untuk perahu, sehingga gangguan pasokan dapat memengaruhi keberangkatan dan pendapatan pelaku wisata.
Keterbatasan persediaan BBM juga terjadi di sejumlah SPBU di Buleleng, termasuk kawasan wisata Pantai Lovina. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan stok Pertalite dan Biosolar tersedia untuk melayani masyarakat serta menyiagakan SPBU yang beroperasi 24 jam di beberapa wilayah Bali, termasuk Buleleng.
Dampak di lapangan belum merata bagi kegiatan wisata bahari. Belum ada jadwal pemulihan kunjungan atau perubahan tarif perjalanan perahu yang disebutkan.
Pembaca sebaiknya memastikan ketersediaan BBM dan jadwal keberangkatan langsung kepada pelaku wisata sebelum menuju Lovina. Untuk hari ini, perubahan yang paling terasa adalah berkurangnya kunjungan dan terganggunya operasional wisata bahari; belum ada penutupan kawasan atau tarif baru.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pengemudi Ojol Bali Selektif Ambil Pesanan di Tengah Krisis BBM
Kelangkaan BBM membuat pengemudi ojol di Bali memperhitungkan jarak jemput dan tujuan. Pesanan lebih dari 4 kilometer dinilai kurang sepadan.
Terbaru di Pariwisata
Baca juga




