Disperindag Bali Waspadai Kenaikan Harga Pangan hingga 20 Persen
Pemantauan Disperindag Bali per 14 Oktober mencatat kenaikan pada tujuh dari 20 komoditas. Gangguan pasokan tiga hingga lima hari berisiko mendorong harga naik 10–20 persen.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — Disperindag Bali pada 14 Oktober mencatat inflasi umum kurang dari 0,1 persen, sementara tujuh dari 20 komoditas pangan yang dipantau mengalami kenaikan harga.
Harga bawang putih naik 1,41 persen, dari Rp30.000 menjadi Rp30.429. Kenaikan juga tercatat pada jeruk lokal sebesar 0,75 persen, cabai merah besar 0,63 persen, bawang merah 0,40 persen, beras medium I 0,13 persen, cabai rawit 0,10 persen, dan beras premium 0,06 persen.
Disperindag Bali menyebut sejumlah komoditas rentan karena pasokannya didatangkan dari luar Bali, terutama Jawa dan Lombok. Hingga Kamis (15/10), lonjakan harga secara umum belum terlihat, tetapi stok beberapa komoditas masih tipis.
Gangguan pasokan tiga hingga lima hari dapat mengubah harga pangan
Pemerintah memperingatkan hambatan pasokan selama tiga hingga lima hari dapat menguras stok terlebih dahulu dan mendorong kenaikan harga sebesar 10–20 persen. Risiko ini berkaitan dengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang tersendat serta ketergantungan Bali pada pasokan dari luar daerah.
Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten/kota lain di Bali, perubahan yang perlu dipantau hari ini adalah harga bawang putih, bawang merah, cabai, jeruk lokal, dan beras. Belanja berlebihan dapat menambah tekanan pada pasokan, sehingga pembelian sebaiknya mengikuti kebutuhan.
Jika distribusi kembali terganggu, kenaikan lebih dulu berpotensi terlihat pada komoditas dengan stok terbatas. Pemerintah juga menyebut fase berikutnya dapat meluas ke beras dan minyak goreng, lalu telur serta ayam.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Kalender Bali Tetapkan 15 Oktober 2026 Baik untuk Upacara
Kalender Bali menempatkan Kamis, 15 Oktober 2026, sebagai Wraspati Kliwon Kulawu dengan sejumlah dewasa ayu untuk upacara dan pembangunan tempat suci.…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga


