Bali Aktual

Sabtu, 17 Oktober 2026

PHRI Bali Laporkan Pembatalan Layanan Restoran akibat Kelangkaan BBM

PHRI Bali menerima laporan pembatalan layanan dari sejumlah restoran dan usaha makan akibat kelangkaan BBM. Wisatawan belum dilaporkan membatalkan perjalanan langsung ke Bali.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Meja-meja restoran kosong dengan taplak putih, gelas kaca, dan kursi kayu.
Ilustrasi: Meja-meja restoran kosong dengan taplak putih, gelas kaca, dan kursi kayu. · Foto: Guillaume Dhalluin / Pexels

Denpasar — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebut pelaku usaha restoran mulai melaporkan pembatalan layanan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Bali.

Laporan itu datang dari sejumlah usaha, termasuk restoran dan layanan makan seperti lunch. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) disebut mulai menyulitkan operasional usaha pariwisata, meski PHRI Bali belum menerima informasi wisatawan membatalkan perjalanan ke Bali secara langsung karena persoalan tersebut.

PHRI Bali menilai masalah yang berlangsung berkepanjangan dapat mengganggu kunjungan wisatawan menjelang akhir tahun. Organisasi itu meminta penyelesaian kelangkaan BBM dipercepat agar dampaknya tidak meluas terhadap daya tarik pariwisata Bali.

Restoran mulai merasakan dampak kelangkaan BBM

Bagi pembaca di Denpasar dan wilayah pariwisata Bali, perubahan yang perlu diperhatikan hari ini adalah layanan makan pada sebagian usaha mulai terdampak. Pembatalan layanan menunjukkan persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan antrean kendaraan, tetapi juga dengan kegiatan operasional restoran dan usaha penyedia makanan.

PHRI Bali juga mendesak pemerintah mengambil langkah darurat untuk mengurai antrean dan menjamin akses BBM bagi masyarakat. Laporan lain dari NusaBali menyebut aktivitas pariwisata di Candidasa, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, terdampak kelangkaan BBM. Pelaku usaha di kawasan itu melaporkan pembatalan agenda perjalanan, pembatalan pemesanan kamar, serta tamu yang memilih meninggalkan penginapan lebih awal karena khawatir kesulitan memperoleh BBM.

Di Candidasa, pengguna jalan pada Jumat, 16 Oktober 2026, membutuhkan waktu sekitar 2–3 jam untuk melewati jalur di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi ini membuat perjalanan menuju kawasan pariwisata dan layanan yang bergantung pada mobilitas menjadi lebih sulit.

Untuk pembaca hari ini, belum ada laporan dari PHRI Bali mengenai wisatawan yang membatalkan perjalanan langsung ke Bali. Namun, layanan restoran tertentu sudah menerima pembatalan, sehingga wisatawan dan pelaku usaha perlu memperhitungkan akses BBM sebelum mengatur perjalanan, agenda makan, atau layanan antar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.