Bali Aktual

Sabtu, 17 Oktober 2026

Program Sungai Lestari Sasar Tukad Badung dan Tukad Mati

Program Sungai Lestari diluncurkan bersama aksi bersih mangrove di Denpasar, Bali, pada 16 Oktober 2026. Proyek percontohan Bali menyasar Tukad Badung dan Tukad Mati.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sungai di Badung, Bali.
Ilustrasi: Sungai di Badung, Bali. · Foto: Vano111ru / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Denpasar — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama United Nations Development Programme (UNDP) meluncurkan Program Sungai Lestari dan menggelar aksi bersih mangrove di Bali pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Kegiatan berlangsung di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Denpasar. Program ini diarahkan untuk mengurangi sampah plastik yang terbawa aliran sungai menuju laut, sekaligus melindungi sumber pangan dan penghidupan masyarakat pesisir. Zulhas juga meninjau kawasan mangrove dan membersihkan sampah selama sekitar 10 menit.

Program Sungai Lestari berjalan di lima lokasi prioritas, yaitu Bekasi, Surakarta, Surabaya, Sidoarjo, dan Bali. Untuk Bali, proyek percontohan menyasar Tukad Badung di Kota Denpasar serta Tukad Mati di Kabupaten Badung. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat setempat.

Tukad Badung dan Tukad Mati menjadi sasaran awal di Bali

Bagi pembaca di Bali, perubahan yang perlu diperhatikan hari ini adalah fokus penanganan sampah tidak berhenti di pesisir. Sampah dari kawasan hulu dan bantaran sungai menjadi bagian dari persoalan yang dibawa ke muara, kawasan mangrove, dan laut. Karena itu, warga di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung perlu menahan sampah dari sumbernya, memilahnya, serta tidak membuangnya ke aliran sungai.

Zulhas menyampaikan bahwa perlindungan sungai dan mangrove perlu dilakukan terpadu. Sampah yang menumpuk di muara dapat mengganggu pohon mangrove serta biota laut seperti kepiting dan udang. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian dari upaya agar sungai tidak diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah.

Untuk pembaca hari ini, belum ada perubahan tarif, jadwal, atau penutupan jalur yang diumumkan. Informasi operasional berikutnya akan mengikuti pelaksanaan proyek percontohan di Tukad Badung dan Tukad Mati.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.