PUPRKIM Bali Catat 85,53 Kilometer Pantai Belum Tertangani
PUPRKIM Bali mencatat 215,82 kilometer garis pantai mengalami abrasi. Pengamanan telah mencapai 130,30 kilometer, sementara 85,53 kilometer belum tertangani.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — Data pada 15 Oktober 2026 merinci 85,53 kilometer garis pantai Bali yang terdampak abrasi masih belum tertangani, menurut Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali.
Dari total garis pantai Bali sepanjang 633,35 kilometer, abrasi tercatat sepanjang 215,82 kilometer. Pengamanan pantai telah dilakukan sepanjang 130,30 kilometer. Angka tersebut menjadi pembaruan dari catatan sebelumnya mengenai penanganan abrasi di pesisir Bali.
Kepala Dinas PUPRKIM Bali, Nusakti Yasa Weda, menyebut abrasi terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali yang memiliki garis pantai. Kabupaten Jembrana, misalnya, memiliki garis pantai sepanjang 87,173 kilometer dan abrasi mencapai 21,86 kilometer.
Di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, abrasi semakin mengkhawatirkan pada 2026. Kemunduran garis pantai di kawasan itu diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun. Kuta yang dimaksud berada di Kecamatan Kuta, Badung, bukan Kuta Mandalika di Lombok.
Sisa 85,53 kilometer perlu menjadi perhatian pesisir Bali
Bagi pembaca yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir, angka 85,53 kilometer menunjukkan masih adanya bagian pantai yang belum mendapat pengamanan. Perubahan garis pantai dapat memengaruhi ruang publik, akses menuju pantai, usaha pesisir, serta kawasan wisata.
Pengamanan yang sudah dilakukan mencapai 130,30 kilometer. Penanganan belum mencakup seluruh bagian garis pantai yang mengalami abrasi.
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Junoasmono, masih melihat sekitar 85 kilometer garis pantai yang perlu ditangani. Angka rinci PUPRKIM untuk sisa yang belum tertangani adalah 85,53 kilometer.
Untuk pembaca di pesisir Badung, Jembrana, dan kabupaten/kota lain yang memiliki garis pantai, perubahan yang dapat dipantau hari ini adalah kondisi akses dan ruang pantai di lokasi masing-masing.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Disperindag Bali Catat Bawang Putih Naik 1,41 Persen
Disperindag Provinsi Bali menyebut harga bapokting masih terkendali di tengah kelangkaan BBM. Bawang putih naik 1,41 persen menjadi Rp 30.429 pada pem…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





