Antrean BBM Ubah Jadwal Kapal dari Pelabuhan Sanur
Antrean BBM menghambat operasional kapal dari Pelabuhan Sanur, Denpasar. Sejumlah keberangkatan terlambat, dijadwalkan ulang, atau dibatalkan; penumpang turun hingga 10 persen.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Denpasar — Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) mengganggu operasional penyeberangan dari Pelabuhan Sanur, Denpasar, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Wilayah Kerja Sanur, Warsita, menyebut dampaknya terasa sejak beberapa hari terakhir.
Gangguan BBM membuat sejumlah kapal terlambat berangkat. Sebagian jadwal harus dijadwalkan ulang, sedangkan jadwal lainnya dibatalkan karena armada tidak dapat beroperasi sesuai rencana. Dari sekitar 57 armada yang tersedia, tidak semuanya bisa beroperasi secara maksimal.
Dalam kondisi tertentu, kapal yang biasanya melayani dua kali penyeberangan hanya dapat melakukan satu kali perjalanan. Pengelola juga menyesuaikan operasional dengan mengandalkan lebih banyak kapal berukuran kecil ketika jumlah penumpang menurun.
Jadwal dari Sanur perlu dicek sebelum berangkat
Perubahan utama hari itu adalah waktu keberangkatan yang tidak selalu berjalan sesuai jadwal semula. Antrean BBM juga berdampak pada jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang. Jumlah penumpang menurun hingga 10 persen.
Pelabuhan Sanur melayani perjalanan menuju sejumlah tujuan wisata, termasuk kawasan Nusa Penida. Sanur berada di Kota Denpasar, bukan Kabupaten Badung; wilayah ini menjadi salah satu pintu keberangkatan wisata bahari dari Bali selatan.
Kesulitan memperoleh BBM turut menghambat operasional armada dan penurunan aktivitas penyeberangan berada di kisaran 5–10 persen. Perbedaan angka tersebut tidak mengubah informasi praktis bagi calon penumpang: jadwal kapal dapat terlambat, diatur ulang, atau dibatalkan.
Perubahan yang perlu diperhatikan hari itu adalah keberangkatan dari Pelabuhan Sanur tidak seluruhnya berjalan sesuai jadwal awal dan kapasitas armada tidak tersedia secara maksimal.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Program Sungai Lestari Sasar Tukad Badung dan Tukad Mati
Program Sungai Lestari diluncurkan bersama aksi bersih mangrove di Denpasar, Bali, pada 16 Oktober 2026. Proyek percontohan Bali menyasar Tukad Badung…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga


