Koster Targetkan Bali Capai Net Zero Emission pada 2040
Wayan Koster menyatakan Bali dapat mencapai net zero emission pada 2040, dengan penurunan emisi energi fosil hingga 90 persen. PLTS dan kendaraan listrik diperkuat mulai tahun ini.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Sanur — Gubernur Bali Wayan Koster pada 13 Oktober 2026 menyatakan penurunan emisi dari energi fosil di Bali bisa mencapai 90 persen pada 2040. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pekan Iklim Bali 2026 di Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Koster menargetkan Bali mencapai net zero emission lebih awal daripada target nasional 2045. Pemerintah Provinsi Bali mulai tahun ini akan memperkuat penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kendaraan listrik, dan sumber energi bersih lainnya.
Rencana tersebut mencakup PLTS atap dan PLTS terapung. Pembangunan gedung baru juga disebut akan diarahkan untuk memasang PLTS atap. Pemerintah Provinsi Bali turut menyiapkan pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas yang ditargetkan terwujud pada 2031.
Target 90 persen mengubah arah energi Bali
Bagi warga Denpasar dan kabupaten lain di Bali, arah kebijakan ini berarti perubahan bertahap pada sumber listrik dan transportasi yang digunakan sehari-hari. Kendaraan listrik akan lebih didorong untuk menekan emisi dari sektor transportasi, sementara energi bersih disiapkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Sanur menjadi lokasi pembukaan Pekan Iklim Bali 2026 sekaligus contoh kawasan rendah emisi. Kawasan ini berada di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Pemerintah daerah, desa adat, masyarakat, dan pelaku usaha disebut menjadi bagian dari upaya membangun kawasan yang lebih ramah lingkungan.
Pekan Iklim Bali 2026 berlangsung pada 13–17 Oktober 2026. Untuk pembaca hari ini, belum ada perubahan tarif, jadwal layanan, atau tenggat administrasi yang diumumkan dalam laporan. Perubahan yang mulai diarahkan adalah penguatan PLTS, kendaraan listrik, dan sumber energi bersih di Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Budaya
Warmadewa Dorong Sinergi Polisi dan Desa Adat di Bali
Universitas Warmadewa mendorong kerja sama kepolisian, desa adat, pecalang, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan untuk menjaga ketertiban Bali.
Terbaru di Berita Bali
Berita utama hari ini

Baca juga




