Bali Aktual

Sabtu, 31 Oktober 2026

Koster Dorong Anggaran Kesehatan Bali 2027 Fokus Pencegahan

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan anggaran kesehatan 2027 perlu memperkuat promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Arah itu disampaikan dalam pembahasan RAPBD bersama DPRD Bali.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Aneka buah dan sayuran segar tertata di atas permukaan kayu.
Ilustrasi: Aneka buah dan sayuran segar tertata di atas permukaan kayu. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kebijakan dan anggaran kesehatan lebih memprioritaskan upaya promotif dan preventif dibandingkan pengobatan dalam RAPBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027. Pernyataan itu disampaikan pada Rapat Paripurna ke-56 DPRD Bali, Jumat, 30 Oktober 2026, saat menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi.

Koster menyatakan sependapat dengan permintaan fraksi agar promosi kesehatan dan pencegahan penyakit lebih diutamakan dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, pendekatan itu dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan biaya kuratif atau perawatan ketika warga jatuh sakit.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya berorientasi pada penanganan pasien setelah terserang penyakit. Menjaga kesehatan sejak dini dan mengatur pola hidup sehari-hari dinilai perlu diperkuat agar risiko sakit berkurang dan kebutuhan terhadap pengobatan dapat ditekan.

Mengapa arah anggaran ini penting bagi warga Bali

Perubahan arah kebijakan ini berarti program kesehatan dalam rancangan anggaran 2027 diharapkan lebih banyak bekerja sebelum warga membutuhkan pengobatan. Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten lain di Bali, dampaknya akan bergantung pada program yang masuk dalam alokasi anggaran serta pelaksanaannya setelah rancangan dibahas.

Sebagai konteks, Balipost melaporkan Urusan Kesehatan dalam APBD 2026 dianggarkan Rp930.034.765.214 atau 16,11 persen dari mandatory spending. Angka itu merupakan data APBD 2026, bukan alokasi kesehatan yang telah ditetapkan untuk RAPBD 2027.

Rapat yang menjadi tempat penyampaian pandangan tersebut berlangsung di Denpasar. Istilah promotif merujuk pada upaya meningkatkan kesehatan, sedangkan preventif berarti mencegah penyakit. Keduanya ditempatkan sebagai pelengkap, bukan pengganti, layanan kuratif bagi warga yang sudah membutuhkan perawatan.

Rancangan anggaran 2027 masih menjadi bahan pembahasan bersama DPRD Bali. Perubahan yang dapat dirasakan pembaca hari itu belum berupa tarif atau jadwal layanan baru, melainkan arah pembahasan anggaran yang menempatkan pencegahan penyakit sebagai prioritas kebijakan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.