Bali Aktual

Sabtu, 31 Oktober 2026

Sekitar 500 Peserta Pulihkan Ekosistem Danau Batur

Sekitar 500 peserta membersihkan Danau Batur dan meninjau pengolahan sampah organik di Desa Buahan, Bangli. Aksi pemulihan ini berlanjut selama satu bulan dengan 55 personel TNI setiap hari.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Danau di kawasan Batur, Kintamani, Bali.
Foto arsip: Danau di kawasan Batur, Kintamani, Bali. · Foto: Made agus devayana / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Danau Batur — Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa dan Gubernur Bali Wayan Koster memimpin aksi pemulihan ekosistem Danau Batur di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada 30 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Warga dan pengelola kawasan Danau Batur menghadapi kegiatan pembersihan selama satu bulan, dengan 55 personel TNI setiap hari bekerja bersama masyarakat.

Kegiatan itu melibatkan sekitar 500 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat. Aksi tersebut digelar untuk menangani sampah dan pencemaran di kawasan danau.

Menurut Bali Post, kegiatan diawali apel bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan danau serta kawasan sempadan, pembersihan gulma, pemasangan patok batas sempadan, dan peninjauan pengolahan sampah organik berbasis desa.

Tribun Bali melaporkan, kegiatan berpusat di kawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Buahan. Seusai apel, peserta menyisir bibir danau untuk membersihkan material sampah serta meninjau tata kelola pengolahan sampah organik.

Berlangsung satu bulan

Aksi pemulihan dan pengelolaan sampah organik tersebut akan berlangsung selama satu bulan setelah pembukaan pada 30 Oktober 2026. Setiap hari, 55 personel TNI akan diterjunkan untuk melakukan pembersihan bersama masyarakat, menurut Bali Post.

Wayan Koster mengatakan Danau Batur memiliki fungsi sebagai sumber air, penyangga ekosistem, kawasan pariwisata, dan bagian dari UNESCO Global Geopark. Ia berharap kegiatan itu berlanjut sebagai upaya bersama untuk menjaga kelestarian danau.

Pangdam IX/Udayana menyatakan keterlibatan TNI merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan. Penanganan sampah organik dilakukan melalui edukasi, pemilahan dari sumber, pengolahan, dan pemanfaatan kembali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.