Bali Aktual

Jumat, 30 Oktober 2026

Badung Siagakan 800 Personel Hadapi Sampah Kiriman

DLHK Badung memperbarui kesiapan menghadapi sampah kiriman pada 29 Oktober 2026 dengan 800 personel, 100 unit dump truck, dan alat berat. Sampah signifikan belum terlihat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan pantai berpasir dengan payung wisata, kursi santai, dan orang-orang beraktivitas di kejauhan.
Ilustrasi: Pemandangan pantai berpasir dengan payung wisata, kursi santai, dan orang-orang beraktivitas di kejauhan. · Foto: Abhi B / Pexels

Mangupura — Pada 29 Oktober 2026, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menyiagakan 800 personel, 100 unit dump truck, dan alat berat untuk mempercepat penanganan sampah kiriman di pesisir barat Badung. Sampah kiriman dalam jumlah signifikan belum terlihat.

Pemantauan difokuskan pada kawasan Pererenan, Canggu, Legian, Kuta, Kedonganan, hingga Pecatu. Kuta yang dimaksud berada di Kabupaten Badung, bukan Kuta Mandalika di Lombok. Perubahan arah angin, gelombang, dan arus laut pada musim Angin Barat berpotensi membawa ranting, kayu gelondongan, serta sampah kelapa ke pantai.

Petugas ditempatkan di sepanjang kawasan pesisir. Dump truck dan alat berat disiapkan di masing-masing pantai agar pembersihan dapat dilakukan ketika sampah mulai terdampar, tanpa menunggu tumpukan membesar. Saat kiriman meningkat, personel dapat digeser ke titik yang membutuhkan.

Pemantauan pesisir Badung diperketat sebelum sampah menumpuk

Langkah ini berarti kondisi pantai dapat berubah cepat pada musim Angin Barat. Warga, pelaku usaha, dan pengunjung di pesisir barat Badung perlu memperhatikan perkembangan kebersihan pantai, terutama di Pererenan, Canggu, Legian, Kuta, Kedonganan, dan Pecatu.

DLHK juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa dan kelurahan, pengelola kawasan pantai, TNI/Polri, serta unsur terkait lainnya. Monitoring harian ditingkatkan ketika angin dan gelombang laut menguat. Pemkab Badung menyiapkan mitigasi sampah pantai bersama pihak terkait untuk menghadapi fenomena yang biasanya berlangsung pada November hingga Februari.

Untuk pembaca hari ini, belum ada penutupan pantai atau perubahan tarif dan jadwal yang dilaporkan. Perubahan operasional yang perlu diperhatikan adalah pemantauan serta pembersihan cepat di titik pesisir yang mulai menerima sampah kiriman.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.