Bali Aktual

Jumat, 30 Oktober 2026

BWS Petakan 1.680,2 Hektare Area Berpotensi Terdampak Banjir di Denpasar dan Badung

BWS Bali-Penida memetakan 1.680,2 hektare wilayah yang berpotensi terdampak banjir di Denpasar dan Badung berdasarkan analisis tiga daerah aliran sungai menjelang musim hujan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kanal air di tengah kota yang tenang dengan pepohonan rindang di kedua sisinya.
Ilustrasi: Kanal air di tengah kota yang tenang dengan pepohonan rindang di kedua sisinya. · Foto: Jacky. T. R. Chou / Pexels

Denpasar — Balai Wilayah Sungai Bali-Penida memetakan wilayah yang berpotensi terdampak banjir di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan analisis hidraulika pada tiga daerah aliran sungai, luas area yang berpotensi terdampak mencapai 1.680,2 hektare.

Mengapa ini penting: Pemetaan ini memberi gambaran wilayah yang perlu diwaspadai warga Denpasar dan Badung menjelang musim hujan pada November 2026.

Pemetaan itu dilakukan menjelang musim hujan yang diperkirakan mulai pada November 2026. BWS Bali-Penida menyiapkan sejumlah langkah, antara lain pengerukan sedimen, perbaikan tanggul, dan pemeriksaan sarana pengendalian banjir.

DAS Ayung memiliki potensi genangan terluas, yakni 754,36 hektare yang mencakup 28 desa. Selanjutnya, potensi genangan di DAS Mati mencapai 725,11 hektare di 15 desa, sedangkan DAS Badung mencapai 200,73 hektare di sembilan desa.

Menurut BWS Bali-Penida, sekitar 60 persen potensi genangan berada di sekitar aliran sungai. Sejumlah lokasi yang perlu diwaspadai antara lain Jalan Gajah Mada dan Jalan Pura Demak di Denpasar, Jalan Dewi Sri di Kuta, Jalan Kunthi di Seminyak, Underpass Dewa Ruci, serta Jalan Hasanudin.

BWS Bali-Penida juga telah menyelesaikan pengerukan sedimen di Tukad Badung sepanjang satu kilometer. Volume material yang diangkat dari pengerukan tersebut mencapai 1.600 meter kubik.

Pembangunan dan rehabilitasi prasarana pengendali banjir di Kota Denpasar juga dimulai pada Juli 2026. Menurut BWS Bali-Penida, pekerjaan itu mencakup pembangunan dan rehabilitasi dinding penahan tanah serta bangunan pelindung untuk memperkuat tebing sungai dan menjaga kapasitas aliran saat debit meningkat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.