Bali Aktual

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kekeringan Sebabkan 40,45 Hektare Padi dan Jagung Gagal Panen di Bali

BPBD Bali melaporkan 40,45 hektare padi dan jagung gagal panen akibat kekeringan per 23 Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan pompa air di lebih dari 100 titik.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Hamparan permukaan tanah yang kering dan retak-retak dari jarak dekat.
Ilustrasi: Hamparan permukaan tanah yang kering dan retak-retak dari jarak dekat. · Foto: Jeffry Surianto / Pexels

Denpasar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali melaporkan 40,45 hektare tanaman padi dan jagung gagal panen akibat kekeringan pada 23 Oktober 2026. Lahan yang terdampak berada di Kabupaten Jembrana dan Buleleng.

Mengapa ini penting: Petani di Jembrana dan Buleleng menghadapi gagal panen, sementara pemerintah menyiapkan pompa air dan memproyeksikan hujan mulai turun bertahap pada awal November 2026.

Menurut Bali Post, angka itu terdiri atas 36,45 hektare padi dan 4 hektare jagung. Tanaman jagung yang gagal panen berada di Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Kerugian petani masih didata secara terperinci.

BPBD Bali menyebut luas tanaman padi yang terdampak kekeringan mencapai 206,25 hektare di Jembrana dan 224,08 hektare di Buleleng. Tidak seluruh lahan terdampak tersebut mengalami gagal panen.

Pemerintah mengantisipasi kekurangan air dengan penyediaan pompa di lebih dari 100 titik di Bali melalui Balai Wilayah Sungai. Kekeringan masih berdampak pada sejumlah subak.

BPBD Bali mengaitkan mundurnya awal musim hujan dengan fenomena El Nino. Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang dikutip Bali Post, hujan diperkirakan mulai turun bertahap pada awal November 2026.

Dampak di Jembrana

Laporan lain Bali Post pada 23 Oktober menyebut lahan pertanian terdampak kekeringan di Jembrana mencapai 143,05 hektare. Sebanyak 89,46 hektare padi dilaporkan mengalami gagal panen atau puso.

Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan cakupan pendataan. Data BPBD Bali mencatat tanaman padi dan jagung yang dipastikan gagal panen di Jembrana dan Buleleng, sedangkan laporan Kabupaten Jembrana memuat keseluruhan lahan terdampak dan padi puso di Jembrana.

Kekeringan di Jembrana melanda lahan di Kecamatan Negara, Jembrana, Melaya, Mendoyo, dan Pekutatan. Pemerintah kabupaten mengandalkan sumur bor serta pengaturan distribusi air untuk menyelamatkan tanaman yang masih dapat dipulihkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.