Bali Aktual

Sabtu, 24 Oktober 2026

Bali dan Swiss Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Pengelolaan Lingkungan

Pemprov Bali dan Swiss menjajaki kerja sama pariwisata, investasi industri inovatif, pengolahan sampah, serta air limbah dalam pertemuan di Jayasabha, Denpasar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pipa-pipa industri dengan katup penutup pada fasilitas pengolahan air dalam format monokrom.
Ilustrasi: Pipa-pipa industri dengan katup penutup pada fasilitas pengolahan air dalam format monokrom. · Foto: adib aqil / Pexels

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky di Jayasabha, Denpasar, pada 21 Oktober 2026. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama Bali dan Swiss.

Mengapa ini penting: Penjajakan ini membuka peluang kerja sama yang dapat memengaruhi pariwisata, investasi, serta pengelolaan sampah dan air limbah di Bali.

Pembahasan mencakup pariwisata, investasi industri inovatif, pengolahan sampah, dan pengolahan air limbah. Menurut Bali Post dan Radio Republik Indonesia, kerja sama tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan belum menjadi program investasi yang telah direalisasikan.

Obolensky datang bersama Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali Gerhard L. Nutz. Pertemuan berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss.

Pariwisata dan lingkungan

Koster mengatakan hubungan Bali dan Swiss dapat dikembangkan melalui kerja sama pariwisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Bali juga membuka peluang kolaborasi pada industri inovatif dan pengelolaan lingkungan.

Obolensky menyampaikan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan berkelanjutan di Bali. Ia menyebut pengolahan sampah dan air limbah sebagai bidang yang berpotensi ditindaklanjuti.

Data yang disampaikan dalam pertemuan itu mencatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia hingga 21 Oktober 2026. Rata-rata kunjungan wisatawan Swiss disebut sekitar 3.065 orang per bulan.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan. Tindak lanjutnya masih memerlukan pembahasan mengenai kebutuhan teknologi, skema investasi, dan manfaat bagi masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.