Warga Baturinggit Masih Membeli Air Saat Kemarau
Warga Dusun Bantas, Baturinggit, Kubu, masih membeli air bersih lewat mobil tangki. Tarif 5.000 liter sempat mencapai Rp500.000 saat pasokan bahan bakar minyak terganggu.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Amlapura — Warga Dusun Bantas, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem, masih membeli air bersih saat puncak musim kemarau pada Kamis, 22 Oktober 2026. Perbekel Baturinggit I Gede Putu Telantik menyebut Dusun Bantas menjadi wilayah yang paling terdampak dibandingkan Baturinggit Kaja dan Baturinggit Kelod.
Dusun Bantas dihuni 780 kepala keluarga dari total 1.600 kepala keluarga di Desa Baturinggit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan pasokan melalui mobil tangki.
Harga air berkapasitas 5.000 liter yang biasanya Rp250.000 hingga Rp300.000 per tangki sempat melonjak menjadi Rp500.000. Kenaikan itu terjadi ketika pemasok kesulitan memperoleh bahan bakar minyak untuk mengoperasikan kendaraan dan mengambil air dari sumur. Harga air tangki kemudian berangsur turun setelah gangguan pasokan bahan bakar minyak mereda.
Krisis Bantas menambah kebutuhan distribusi air di Karangasem
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat Desa Baturinggit termasuk wilayah Karangasem yang terdampak kekeringan. Hingga periode pelaporan 28 Agustus 2026, BPBD menyebut 65.000 liter air bersih telah disalurkan di Karangasem dalam distribusi untuk wilayah terdampak kekeringan di Bali.
Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem sebelumnya mendistribusikan air ke sejumlah titik di Kecamatan Kubu, termasuk Banjar Bantas Kaja, Desa Baturinggit. PMI menyatakan distribusi lanjutan dapat dilakukan apabila ada permohonan dari masyarakat.
Bagi krama di Baturinggit, perubahan yang terasa hari ini adalah biaya air tangki tidak lagi setinggi saat pasokan bahan bakar minyak terganggu, tetapi kebutuhan air bersih di Dusun Bantas masih harus dipenuhi melalui pembelian dan distribusi tangki.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Lingkungan
Stok BBM Terminal Manggis Bertahan hingga 11,6 Hari
Data Pertamina per 18 Oktober 2026 menunjukkan stok Terminal Manggis mencukupi 11,6 hari untuk Solar, 7,1 hari untuk Pertamax, dan tujuh hari untuk Pe…
Terbaru di Lingkungan

Baca juga




