Bali Aktual

Rabu, 21 Oktober 2026

Kekeringan Rusak 115 Hektare Padi di Tabanan

Kekeringan merusak 115 hektare padi di lima kecamatan Tabanan. Dinas Pertanian memfasilitasi dua pompa air untuk subak terdampak; petani menyiapkan bahan bakar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan pecah-pecah tersorot cahaya matahari.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan pecah-pecah tersorot cahaya matahari. · Foto: Francesco Ungaro / Pexels

Tabanan — Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan melaporkan 115 hektare tanaman padi rusak akibat kekurangan air pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dampak tersebut tersebar di Kecamatan Marga, Pupuan, Kerambitan, Tabanan, dan Selemadeg Barat.

Kerusakan tanaman berada pada kategori ringan, sedang, hingga berat. Data sementara mencatat kerusakan seluas 50 hektare di Kecamatan Kerambitan, 26 hektare di Marga, 30 hektare di Pupuan, lima hektare di Tabanan, dan empat hektare di Selemadeg Barat.

Untuk membantu petani, Dinas Pertanian Tabanan memfasilitasi peminjaman dua unit mesin pompa air dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Satu unit telah digunakan di Subak Gubug, Kecamatan Tabanan. Pompa diprioritaskan bagi subak yang tanaman padinya terdampak kekeringan.

Petani atau pengurus subak yang membutuhkan pompa dapat berkoordinasi dengan Dinas Pertanian atau penyuluh pertanian setempat. Peminjaman peralatan tidak dipungut biaya, tetapi bahan bakar untuk operasional mesin disediakan oleh petani.

Mengapa kekeringan di lima kecamatan perlu diperhatikan

Kerusakan tanaman padi belum dilaporkan sebagai gagal panen, tetapi data luas lahan terdampak masih bersifat sementara dan dapat bertambah. Tanaman yang terdampak berusia sekitar 50–90 hari, sehingga ketersediaan air menjadi kebutuhan langsung bagi subak dan petani pada fase pertumbuhan tersebut.

Rincian sementara menunjukkan Kecamatan Kerambitan mencatat 30 hektare rusak ringan dan 20 hektare rusak sedang. Di Marga, kerusakan meliputi 16 hektare kategori sedang dan 10 hektare kategori berat. Pupuan mencatat 20 hektare rusak sedang dan 10 hektare rusak berat. Kecamatan Tabanan mencatat dua hektare rusak sedang dan tiga hektare rusak berat, sedangkan Selemadeg Barat mencatat empat hektare rusak ringan.

Perubahan yang bisa dilakukan pembaca hari ini adalah menghubungi Dinas Pertanian Tabanan atau penyuluh pertanian setempat bila subak membutuhkan pompa. Petani perlu menyiapkan bahan bakar, sementara penggunaan mesinnya tidak dipungut biaya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.