Bali Aktual

Jumat, 30 Oktober 2026

Denpasar Anggarkan Rp15 Miliar untuk Normalisasi 40 Titik

Pemkot Denpasar menganggarkan Rp15 miliar untuk normalisasi sungai dan drainase di 40 titik. Tukad Badung dan Tukad Mati termasuk lokasi yang ditangani menjelang musim hujan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Satu unit ekskavator berwarna kuning terparkir di dekat dinding bangunan abu-abu.
Ilustrasi: Satu unit ekskavator berwarna kuning terparkir di dekat dinding bangunan abu-abu. · Foto: Maczkó Gábor / Pexels

Denpasar — Pemerintah Kota Denpasar menganggarkan Rp15 miliar untuk normalisasi sungai dan saluran drainase pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pekerjaan ini menyasar 40 titik di Kota Denpasar sebagai antisipasi banjir memasuki musim hujan.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan pekerjaan telah berlangsung sejak dua bulan sebelumnya. Penanganannya mencakup sungai, got, dan saluran lain yang perlu ditangani. Alat berat dikerahkan di sejumlah lokasi untuk mengangkat material yang menghambat aliran.

Sasaran pekerjaan antara lain Tukad Badung dan Tukad Mati. Normalisasi juga telah dilakukan di kawasan Tukad Loloan, Sanur. Dalam laporan lain, Pemkot Denpasar menyebut penanganan aliran sungai dan drainase dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar.

Normalisasi 40 titik perlu diperhatikan warga Denpasar

Bagi warga di Kota Denpasar, pekerjaan ini berkaitan langsung dengan jalur air di sekitar permukiman dan ruas jalan. Pembersihan sedimentasi dan material penghambat ditujukan agar kapasitas aliran kembali berfungsi serta mengurangi potensi genangan saat hujan.

Pengelolaan drainase Denpasar terbagi dalam lima sistem aliran, yaitu Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Mati, kawasan Renon, Panjer, Sanur, Sidakarya dan sekitarnya, serta Pemogan. Pembagian ini membuat penanganan mengikuti kondisi tiap wilayah aliran sungai.

Normalisasi akan terus dilakukan sebagai langkah mengurangi dampak banjir di Kota Denpasar. Warga perlu memperhatikan pekerjaan alat berat dan menjaga saluran air di lingkungan masing-masing tetap terbuka, terutama ketika hujan mulai meningkat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.