Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

Longsor dan Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan di Jembrana

Hujan deras pada Jumat, 30 Oktober 2026, memicu longsor di Desa Penyaringan dan Desa Yehembang Kauh serta pohon tumbang yang sempat menutup jalur Denpasar–Gilimanuk.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pohon besar tumbang melintang di jalan raya di dekat mobil merah dan pembatas jalan oranye.
Ilustrasi: Pohon besar tumbang melintang di jalan raya di dekat mobil merah dan pembatas jalan oranye. · Foto: Mike Bird / Pexels

Mendoyo — Hujan deras pada Jumat, 30 Oktober 2026, memicu longsor di dua lokasi Kecamatan Mendoyo dan pohon tumbang di jalur utama Denpasar–Gilimanuk.

Mengapa ini penting: Longsor merusak senderan jalan di Mendoyo, sedangkan pohon tumbang sempat menghambat jalur Denpasar–Gilimanuk sebelum akses kembali dibuka.

Longsor pertama terjadi di jalan perdesaan Desa Penyaringan. Longsor kedua terjadi di Jalan Nakula, Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, sekitar pukul 20.00 Wita. Di lokasi kedua, senderan jalan jebol dengan panjang sekitar 12 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman sekitar 20 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan kerusakan itu berisiko membahayakan pengguna jalan dan dapat memperluas kerusakan badan jalan. Petugas memasang garis polisi dan pembatas jalan di sekitar lokasi.

BPBD Jembrana menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp10 juta. Pemantauan kondisi badan jalan terus dilakukan dan perbaikan perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Pada malam yang sama, pohon kayu hutan tumbang di jalur Denpasar–Gilimanuk, kawasan Taman Nasional Bali Barat, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk. Pohon tersebut sempat melintang di badan jalan dan menghambat arus lalu lintas.

Petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk dan Batalyon TP 928 Gilimanuk memotong serta memindahkan pohon dari badan jalan. Akses kendaraan kemudian kembali terbuka dan arus lalu lintas berjalan normal.

Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meninjau dua lokasi longsor di Kecamatan Mendoyo. Ia memerintahkan dinas terkait melakukan pengecekan teknis dan pengukuran untuk menyiapkan penanganan infrastruktur yang rusak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.