Bali Aktual

Sabtu, 31 Oktober 2026

Beringin Tumbang Saat Upacara di Karangasem, Tiga Bangunan Pura Rusak

Pohon beringin berusia ratusan tahun tumbang saat upacara Aci Usaba Sambah di Pura Pemaksan, Karangasem. Tiga bangunan rusak dan kerugian ditaksir Rp300 juta.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Batang dan dahan pohon besar yang tumbang menutupi jalanan dengan ranting-ranting berserakan.
Ilustrasi: Batang dan dahan pohon besar yang tumbang menutupi jalanan dengan ranting-ranting berserakan. · Foto: Mike Bird / Pexels

Banjar Adat Mendira — Pohon beringin yang diperkirakan berusia ratusan tahun tumbang dan menimpa bangunan Pura Pemaksan saat warga melaksanakan upacara Aci Usaba Sambah pada 28 Oktober 2026. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu.

Mengapa ini penting: Kerusakan tiga bangunan pura setelah pohon tumbang membuat BPBD dan warga melakukan penanganan serta pemantauan lokasi sejak 28 Oktober 2026.

Sehari setelah kejadian, Kamis, 29 Oktober 2026, penyuluh agama Hindu dan Penata Layanan Operasional Kecamatan Manggis memantau lokasi untuk memastikan kondisi tempat suci dan tingkat kerusakannya, menurut NusaBali.

Pohon tersebut tumbang setelah warga mendengar suara berderak dari arah batang. Warga di sekitar lokasi kemudian menjauh sebelum pohon menimpa Bale Gong atau bale pegongan.

Kerusakan mencakup tiga bangunan, yakni Palinggih Manik Bingin, Palinggih Pasucian, dan Bale Gong. NusaBali melaporkan nilai kerugian material ditaksir mencapai Rp300 juta.

Detik Bali melaporkan pohon itu juga merusak tembok penyengker dan satu palinggih. Laporan tersebut menyebut BPBD Karangasem mengerahkan personel untuk menangani pohon tumbang, dengan bantuan warga setempat.

Perkiraan penyebab berbeda dalam laporan yang terbit setelah kejadian. Perbekel Sengkidu I Wayan Darpi menyebut usia pohon sebagai kemungkinan penyebab, sedangkan informasi awal BPBD yang dikutip NusaBali mengarah pada kondisi akar yang telah lapuk.

Penanganan dilakukan agar area pura dapat kembali digunakan untuk rangkaian kegiatan keagamaan. NusaBali menyebut pemantauan pada 29 Oktober dilakukan untuk menilai dampak pada bangunan suci setelah pohon tumbang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.