Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Bali: Sasaran dan Jenis Skrining

Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Bali menyasar usia 7–17 tahun. Berikut sasaran, jenis skrining, pelaksanaan, dan capaian yang dicatat pemerintah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stetoskop biru, pita pengukur, botol obat, dan tabung sampel di atas latar putih.
Ilustrasi: Stetoskop biru, pita pengukur, botol obat, dan tabung sampel di atas latar putih. · Foto: Mikhail Nilov / Pexels

Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Bali ditujukan bagi anak usia 7–17 tahun dan dilaksanakan di sekolah dengan pendekatan jemput bola. Pemeriksaan ini mencakup skrining kesehatan sesuai jenjang pendidikan, termasuk status gizi, tekanan darah, mata, gigi, kesehatan jiwa, dan penyakit tertentu.

Siapa yang menjadi sasaran program ini?

Dinas Kesehatan Provinsi Bali menjelaskan bahwa program ini menyasar anak usia sekolah 7–17 tahun, baik yang bersekolah maupun yang tidak memperoleh pendidikan. Pelaksanaannya dilakukan bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Secara nasional, program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah menargetkan 53,8 juta siswa, menurut Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam publikasi program pada 2025.

Pemeriksaan apa saja yang dilakukan?

Jenis skrining menyesuaikan jenjang pendidikan. Untuk siswa SMA, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat 17 jenis pemeriksaan, mulai dari status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, talasemia, anemia remaja putri, telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, hingga skabies.

Pemeriksaan itu dirancang untuk mendeteksi masalah kesehatan lebih awal dan mendukung fungsi Usaha Kesehatan Sekolah. Pelaksanaannya melibatkan sekolah, tenaga medis terlatih, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Bagaimana pelaksanaan program di Bali?

Peluncuran program di Bali berlangsung di SMKN 2 Denpasar pada 13 Agustus 2025 dengan sasaran 290 siswa kelas X. Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyebut 15 petugas medis dari Puskesmas I Denpasar Selatan melakukan skrining dengan peralatan dan prosedur pelayanan kesehatan sekolah.

Pendekatan jemput bola berarti pemeriksaan dilakukan di sekolah, sehingga siswa tidak harus mendatangi fasilitas kesehatan secara terpisah. Pelaksanaan berikutnya dilakukan secara bertahap di kabupaten dan kota di Bali.

Berapa capaian yang dicatat?

Hingga 13 Agustus 2025, dashboard Sehat Indonesiaku mencatat kehadiran Cek Kesehatan Gratis di Bali sebanyak 53.406 orang dari target sasaran 4.433.262 orang, menurut Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Angka tersebut menggambarkan capaian kehadiran yang dicatat pada tanggal itu, bukan jumlah seluruh anak yang telah menyelesaikan semua jenis pemeriksaan. Profil Kesehatan Provinsi Bali 2025 juga tersedia dalam format buku elektronik dan lembar kerja di laman Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Berita Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.