Proyek Belum Siap, Pinjaman Infrastruktur Badung Ditunda
DPRD Badung mendukung penundaan pinjaman lebih dari Rp1,6 triliun karena proyek infrastruktur 2027 belum siap secara teknis. Persiapan dilanjutkan dengan PAD.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Mangupura — DPRD Badung mendukung penundaan rencana pinjaman daerah lebih dari Rp1,6 triliun untuk pembangunan infrastruktur 2027. Dukungan itu disampaikan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti pada Sabtu (31/10), setelah pemerintah daerah menilai proyek belum siap dieksekusi secara teknis.
Rencana pembiayaan tersebut semula disiapkan untuk pembangunan koridor jalan sekitar 16 kilometer yang menghubungkan Gatot Subroto Barat, Kerobokan, Canggu, Mengwi hingga Mambal. Sejumlah pekerjaan dengan konsep tunnel atau underpass belum memungkinkan masuk tahap konstruksi pada 2027.
Penundaan dipilih agar Badung tidak membayar bunga ketika dana belum bisa dimanfaatkan. Untuk kebutuhan persiapan pembangunan pada 2027, Pemerintah Kabupaten Badung akan memakai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rencana pinjaman dapat diajukan kembali pada 2028 ketika proyek dinilai siap memasuki tahap konstruksi.
Penundaan memberi waktu untuk mematangkan proyek Badung
Bagi pembaca di Kabupaten Badung, termasuk wilayah Kecamatan Kuta, Kuta Utara, Mengwi dan sekitarnya, keputusan ini berarti belum ada perubahan tarif atau penutupan jalur yang diumumkan dari rencana pinjaman tersebut. Pembangunan tetap disiapkan, tetapi sumber dana dan jadwal konstruksinya berubah.
DPRD Badung meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak menghentikan tahapan persiapan. Kajian perlu memperhitungkan kebutuhan anggaran, kesiapan teknis serta manfaat pembangunan bagi masyarakat. Dengan begitu, pinjaman baru digunakan saat pekerjaan benar-benar dapat berjalan.
Proyek yang berkaitan dengan rencana pembiayaan mencakup akses Gatot Subroto-Canggu. Sejumlah ruas jalan lingkar telah memasuki tahapan pengerjaan, sedangkan akses lanjutan menuju Mengwitani dan Buduk masih memerlukan pematangan teknis. Pekerjaan lanjutan tersebut direncanakan kembali dimulai pada 2028.
Untuk hari ini, warga tidak perlu menyiapkan perubahan perjalanan berdasarkan rencana pinjaman ini. Informasi yang berubah adalah penundaan pembiayaan, sementara pemerintah daerah melanjutkan perencanaan dan persiapan proyek menggunakan PAD.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Badung Alokasikan Rp 1,16 Triliun untuk Tekan Kemiskinan
Pemkab Badung menyiapkan Rp 1,16 triliun pada 2026 untuk penanganan kemiskinan. Anggaran mencakup kebutuhan dasar, layanan publik, serta jaminan sosia…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga





