Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

Koster Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali dari Ketergantungan Pariwisata

Wayan Koster menyebut sekitar 65 persen ekonomi Bali masih bersumber dari pariwisata. Pemprov Bali mendorong pertanian, perikanan, UMKM, koperasi, serta ekonomi kreatif dan digital.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dapur tradisional berdinding bambu berisi anyaman tampah dan aneka sayuran segar di atas meja.
Ilustrasi: Dapur tradisional berdinding bambu berisi anyaman tampah dan aneka sayuran segar di atas meja. · Foto: Esase / Pexels

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pada 31 Oktober 2026 bahwa sekitar 65 persen perekonomian Bali masih bersumber dari sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali mendorong penguatan sektor lain agar ekonomi daerah tidak terlalu bertumpu pada satu sumber.

Koster menyampaikan hal itu dalam pembahasan pandangan fraksi-fraksi DPRD Bali terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-56 DPRD Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Denpasar pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Sektor yang diarahkan untuk diperkuat mencakup pertanian terintegrasi dan agroindustri, kelautan dan perikanan, industri kreatif, industri kerajinan tradisional Bali, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta ekonomi kreatif dan digital. Diversifikasi ini menjadi bagian dari upaya memperkokoh fondasi ekonomi Bali ketika pariwisata mengalami gangguan.

Dalam paparan yang sama, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat 5,59 persen pada triwulan I 2026 dan 5,7 persen pada triwulan II 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara disebut stabil rata-rata 22.000 orang per hari, sehingga pariwisata masih menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Mengapa angka 65 persen penting bagi pembaca Bali

Ketergantungan tersebut memengaruhi pelaku usaha, pekerja, krama, dan rumah tangga yang pendapatannya terkait langsung atau tidak langsung dengan pariwisata. Penguatan pertanian, perikanan, UMKM, koperasi, serta ekonomi kreatif dan digital membuka arah kebijakan agar sumber penghasilan Bali lebih beragam.

Bagi pembaca hari ini, perubahan yang perlu dicatat bukan tarif atau jadwal layanan, melainkan arah kebijakan ekonomi daerah: pemerintah sedang mendorong sektor di luar pariwisata sebagai penyangga pertumbuhan. Rencana dan penguatan sektor-sektor tersebut dibahas dalam konteks penyusunan APBD Bali 2027.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.