Bali Aktual

Kamis, 5 November 2026

Gerindra Soroti Risiko Penyertaan Modal Karangasem 2027

Fraksi Gerindra Karangasem meminta rencana penyertaan modal kepada BPD Bali dan Jamkrida Bali Mandara dihitung cermat agar tidak mempersempit ruang APBD 2027.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Sisi depan Suzuki Estilo di sebuah gang di Amlapura, Kab.
Foto arsip: Sisi depan Suzuki Estilo di sebuah gang di Amlapura, Kab. · Foto: Sabung.hamster / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Amlapura — Fraksi Gerindra DPRD Karangasem menyampaikan catatan atas rencana penyertaan modal daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah Bali dan PT Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara dalam pembahasan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), termasuk APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2027, pada rapat paripurna Senin (2/11).

Fraksi Gerindra menilai rencana investasi melalui APBD perlu dihitung cermat karena kemampuan fiskal Kabupaten Karangasem terbatas dan terdapat risiko defisit anggaran. Sorotan utama diarahkan pada penyertaan modal kepada BPD Bali. Menurut pandangan fraksi, alokasi dana tunai untuk investasi tidak boleh mengurangi ruang belanja pemerintah daerah bagi kebutuhan dasar masyarakat.

Catatan itu dibacakan anggota DPRD Karangasem Ni Wayan Paramestia Komala Dewi. Fraksi Gerindra juga mempertanyakan waktu penerimaan dividen dari BPD Bali dan kesesuaiannya dengan kebutuhan likuiditas APBD dalam jangka pendek hingga menengah. Pemerintah daerah didorong mengoptimalkan aset yang sudah dimiliki sebelum menambah investasi finansial.

Mengapa ini penting bagi pembaca Karangasem

Rencana penyertaan modal berkaitan langsung dengan cara APBD membagi ruang untuk pelayanan publik, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan kemiskinan. Bagi krama Karangasem, isu ini belum mengubah tarif, jadwal layanan, atau jalur perjalanan hari ini, tetapi menjadi bagian dari pembahasan keputusan anggaran daerah untuk 2027.

Empat Ranperda yang dibahas mencakup penyertaan modal kepada PT Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara, penyertaan modal kepada PT Bank Pembangunan Daerah Bali, pinjaman daerah, serta APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2027. Pemerintah daerah menjelaskan bahwa penguatan modal Jamkrida Bali Mandara diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang terkendala agunan atau persyaratan perbankan.

Untuk BPD Bali, pemerintah berharap bank milik daerah itu menyalurkan kredit lebih optimal ke pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, perdagangan, koperasi, dan pariwisata. Pembahasan berikutnya perlu memperjelas manfaat ekonomi dan dampaknya terhadap kemampuan belanja daerah sebelum keputusan penyertaan modal ditetapkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.