Bali Aktual

Kamis, 5 November 2026

Inflasi Bali Naik Jadi 3,87 Persen pada Oktober 2026

BPS Bali mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,87 persen, naik dari 3,79 persen pada September. Inflasi bulanan mencapai 0,25 persen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Untaian cabai merah kering yang digantung di dekat kerumunan orang di pasar.
Ilustrasi: Untaian cabai merah kering yang digantung di dekat kerumunan orang di pasar. · Foto: sklei / Pexels

Denpasar — Inflasi tahunan Bali naik menjadi 3,87 persen pada Oktober 2026, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang dirilis 2 November 2026. Angka ini meningkat dari 3,79 persen pada September dan lebih tinggi daripada inflasi nasional sebesar 3,23 persen.

Secara bulanan, Bali mengalami inflasi 0,25 persen pada Oktober 2026, lebih rendah dibandingkan 0,32 persen pada September. Inflasi tahun kalender tercatat 2,74 persen. Tekanan harga terutama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi 5,16 persen serta andil 1,62 persen.

Komoditas yang mendorong inflasi bulanan meliputi cabai merah, cabai rawit, sawi hijau, kol putih atau kubis, buncis, daging babi, serta laptop atau notebook. Secara tahunan, harga cabai rawit tercatat naik 99,26 persen dengan andil 0,30 persen. Kenaikan harga pangan berkaitan dengan produksi hortikultura yang terbatas selama musim kemarau, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi.

Pasokan pangan memengaruhi harga di Bali

Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan Oktober juga sempat menekan kelancaran pengiriman barang di sejumlah wilayah. Biaya operasional pedagang dapat meningkat ketika pasokan terlambat atau jalur distribusi terganggu.

Di Denpasar, pemerintah daerah dan Bank Indonesia memperkuat pengendalian harga melalui operasi pasar, pemantauan komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Pasokan juga didorong melalui peningkatan produksi padi, pengembangan hortikultura, optimalisasi irigasi dan pompa air, serta penguatan pasokan perikanan. Pengadaan beras Bulog Bali mencapai 190,61 persen dari target hingga awal Oktober 2026.

Bagi pembaca di kabupaten dan kota Bali, perubahan yang perlu diperhatikan hari ini adalah harga pangan segar dan biaya pengiriman, terutama menjelang kebutuhan akhir tahun. Normalisasi harga sejumlah komoditas serta pemulihan pasokan hortikultura secara bertahap diprakirakan dapat menahan tekanan inflasi pada November 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.