Bali Aktual

Kamis, 5 November 2026

Gebug Ende Jadi Daya Tarik Seraya Culture Fest di Karangasem

Seraya Culture Fest #5 berlangsung 5–7 November 2026 di Desa Seraya, Karangasem. Gebug Ende dijadwalkan hadir setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Kegiatan penjangkauan WikiSami ke STKIP Amlapura.
Foto arsip: Kegiatan penjangkauan WikiSami ke STKIP Amlapura. · Foto: Anggabuana / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Amlapura — Seraya Culture Fest (SCF) #5 berlangsung pada 5–7 November 2026 di Desa Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan Gebug Ende sebagai kegiatan utama setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA.

Festival dipusatkan di Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya. Gebug Ende merupakan tradisi khas masyarakat Desa Adat Seraya yang menggunakan ende atau perisai dan penjalin berupa rotan. Tradisi ini dipercaya sebagai ritual untuk memohon turunnya hujan, terutama saat kemarau berkepanjangan.

Selain pertunjukan Gebug Ende, panitia menyiapkan Lomba Tari Bali, yoga bersama Komunitas Yoga Karangasem, Fun Fishing, kegiatan sosial, dan hiburan musik. Rangkaian tersebut memperkenalkan seni, tradisi, alam pesisir, serta potensi ekonomi masyarakat Seraya.

Gebug Ende menjadi agenda yang bisa disaksikan setiap sore

Bagi pembaca yang hendak datang, jadwal utama yang perlu dicatat adalah Gebug Ende setiap hari festival pada pukul 16.00–18.00 WITA. Desa Adat Seraya berarti komunitas adat setempat yang menjaga tradisi dan identitas desa; dalam SCF #5, tradisi itu ditempatkan sebagai daya tarik budaya sekaligus bagian dari promosi potensi Desa Seraya.

Festival mengusung tema “Harmony of Art, Tradition, Nature & Culture”. Pada malam hari, panggung hiburan dijadwalkan menampilkan Lolot Band, Ray Peni, DJ Mahesa, Bayu KW, dan Sengap CS, bersama pengisi acara lokal Osibisa Reborn, East Project, Rahayu Koplo, Rupawan, dan Wira Ardana.

SCF #5 direncanakan dibuka oleh Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata. Bagi pengunjung, perubahan yang berlaku hari itu adalah tersedianya agenda Gebug Ende di dua lokasi utama festival selama tiga hari, dengan waktu pertunjukan tetap pada sore hari.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.