Bali Aktual

Jumat, 6 November 2026

Pemprov Bali Meninjau Jalan Rusak Akibat Hujan di Bangli dan Gianyar

Pemprov Bali meninjau ruas jalan rusak akibat hujan lebat di Bangli dan Gianyar pada 5 November 2026. Hasil pemeriksaan menjadi dasar penentuan penanganan dan anggaran perbaikan.

Oleh

· 2 menit baca

Buahan — Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pekerjaan Umum meninjau ruas jalan yang rusak akibat hujan lebat pada 5 November 2026. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik di Bangli dan Gianyar untuk menentukan penanganan berikutnya.

Mengapa ini penting: Pemeriksaan menentukan penanganan dan anggaran untuk ruas jalan rusak yang mengganggu akses warga di Gianyar dan Bangli, termasuk jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum telah meninjau seluruh titik kerusakan. Pemerintah belum langsung memperbaiki jalan karena perlu memeriksa kondisi teknis dan menghitung biaya yang dibutuhkan.

“Sudah ditinjau oleh Dinas PU,” kata Dewa Made Indra saat ditemui di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada 5 November 2026, seperti diberitakan Bali Post. Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menganggarkan perbaikan.

Hujan lebat mengguyur Gianyar dan Bangli sejak 1 November 2026 hingga dini hari 2 November 2026. Menurut Bali Post, hujan itu memicu longsor, kerusakan badan jalan, dan pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Kerusakan di Bangli dan Gianyar

Di Gianyar, kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Buahan, Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan. Badan jalan yang menjadi penghubung antardesa hampir seluruhnya tergerus air sehingga tidak dapat dilalui kendaraan, menurut Bali Post.

Tribun Bali juga melaporkan peninjauan Dinas Pekerjaan Umum Bali dan rencana penghitungan kebutuhan anggaran. Laporan itu menyebut kerusakan di Gianyar dan Bangli terjadi setelah hujan lebat, longsor, banjir, serta pohon tumbang.

Di Bangli, Jalan Bangbang–Penaga Landih di Banjar Dinas Pulesari Kawan, Desa Persiapan Pulesari, Kecamatan Tembuku, putus total pada 1 November 2026. Bali Post melaporkan panjang jalan yang putus sekitar 12 meter dan arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif.

Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bangli telah meninjau serta mengukur kerusakan di Pulesari. Perbaikan permanen diperkirakan memerlukan anggaran besar dan belum dapat dilakukan pada akhir 2026 karena keterbatasan waktu, cuaca, dan kebutuhan biaya.

Pemprov Bali akan menentukan bentuk penanganan setelah tingkat kerusakan dan kebutuhan biaya di setiap titik selesai dihitung.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.