Tiga Upacara Adat Digelar Setelah Palinggih Taro Kaja Rusak
Masyarakat dan prajuru adat melaksanakan tiga prosesi setelah pohon aren merusak Palinggih Pangaruman di Taro Kaja, Tegallalang. Perbaikan fisik menunggu kesepakatan adat.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Gianyar — Masyarakat bersama prajuru adat melaksanakan tiga rangkaian upacara pada Rabu, 4 November 2026, setelah Pelinggih Pangaruman Pura Kertha Sari di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, rusak tertimpa pohon aren.
Pohon aren setinggi sekitar 20 meter tumbang saat cuaca cerah dan menimpa Palinggih Pangaruman. Tembok panyengker sepanjang kurang lebih 3 meter juga ikut rusak. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Rangkaian yang dilaksanakan meliputi Ngingsiran, Ngleinggihan Ring Pangaruman, dan Ngeseng Pelinggih. Prosesi ini menjadi bagian dari tata cara adat dan keagamaan setelah bangunan suci terdampak, agar penanganannya berjalan sesuai dresta dan ketentuan adat yang berlaku.
Upacara menjadi langkah awal penanganan pura di Taro Kaja
Bagi krama dan pengunjung yang bersembahyang, kondisi Pelinggih Pangaruman menjadi hal yang perlu diperhatikan karena bangunan tersebut memiliki fungsi dalam aktivitas persembahyangan dan kegiatan adat setempat. Akses atau penggunaan area yang terdampak perlu mengikuti arahan prajuru adat sampai penanganan fisik selesai.
Penyebab pohon aren tumbang belum diketahui secara pasti. Kelian Adat Desa Taro Kaja Kertayasa menyampaikan bahwa upacara merupakan langkah awal penanganan bangunan suci. Setelah rangkaian upacara rampung, perbaikan Palinggih Pangaruman dan tembok panyengker dilakukan berdasarkan kesepakatan adat.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat untuk memperhatikan pohon berukuran besar di sekitar bangunan suci, permukiman, dan fasilitas umum. Perubahan bagi pembaca hari itu: kegiatan persembahyangan di area terdampak mengikuti kondisi lapangan dan ketentuan adat, sementara jadwal perbaikan menunggu kesepakatan adat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kabupaten/Kota
Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Tanpa Identitas di Pantai Ketewel
Polres Gianyar dan Polsek Sukawati menyelidiki penemuan jenazah laki-laki tanpa identitas di Pantai Beten Setra, Ketewel, pada 2 November 2026. Korban…
Terbaru di Budaya

Berita utama hari ini

Baca juga





