Bali Aktual

Kamis, 5 November 2026

Kalender Bali Catat Hari Baik untuk Pertemuan di Denpasar

Kalender Bali mencatat 5 November 2026 baik untuk mengadakan pertemuan dan membuka lahan pertanian baru. Beberapa kegiatan lain dinilai tidak baik.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Petani bertopi caping sedang mencabut dan membersihkan bibit padi di sawah hijau.
Ilustrasi: Petani bertopi caping sedang mencabut dan membersihkan bibit padi di sawah hijau. · Foto: Mongkon Duangkhiew / Pexels

Denpasar — Kalender Bali mencatat Kamis, 5 November 2026 sebagai hari yang baik untuk mengadakan pertemuan dan membuka lahan pertanian baru.

Catatan tersebut merujuk pada ala ayuning dewasa, yaitu pedoman dalam tradisi Bali untuk melihat kegiatan yang dinilai sesuai atau kurang sesuai pada suatu hari. Untuk 5 November 2026, kalender mencantumkan Kala Katemu sebagai waktu yang baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan.

Kalender yang sama juga mencantumkan Pepedan sebagai penanda baik untuk membuka lahan pertanian baru. Di sisi lain, Pepedan disebut tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Carik Walangati juga dicatat tidak baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, serta membangun rumah.

Catatan ini menjadi rujukan awal, bukan pengganti keputusan adat

Bagi krama di Kota Denpasar dan kabupaten lain di Bali, informasi ini dapat dipakai sebagai pertimbangan awal ketika menyusun pertemuan atau merencanakan pembukaan lahan. Kalender Bali digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan adat, usaha, pertanian, pernikahan, dan kelahiran.

Ala ayuning dewasa dihitung melalui sejumlah unsur penanggalan tradisional, antara lain wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa. Dalam laporan yang dirujuk, perhitungan ini diposisikan sebagai panduan untuk menilai kecocokan suatu kegiatan. Ritual adat atau keputusan penting tetap disarankan dikonsultasikan dengan pemangku adat setempat agar sesuai dengan konteks spiritual dan lokal.

Untuk pembaca di Denpasar, termasuk wilayah kecamatan dan banjar yang memiliki aturan desa adat atau awig-awig masing-masing, perubahan yang bisa dipakai hari itu adalah penjadwalan: pertemuan dan pembukaan lahan tercatat baik, sedangkan pembuatan peralatan dari besi, pernikahan, atiwa-tiwa atau ngaben, dan pembangunan rumah tercatat tidak baik menurut kalender tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.