Bali Aktual

Rabu, 4 November 2026

Jembrana Bahas APBD 2027 dan Pembubaran Perumda Tribhuwana

Rapat paripurna DPRD Jembrana membahas Ranperda APBD 2027 dan pembubaran Perumda Tribhuwana. Pemkab memprioritaskan layanan dasar, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pengolahan sampah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan memegang pena di atas lembar tabel angka keuangan di samping kalkulator.
Ilustrasi: Tangan memegang pena di atas lembar tabel angka keuangan di samping kalkulator. · Foto: RDNE Stock project / Pexels

Negara — Pemerintah Kabupaten Jembrana membahas Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 dan pembubaran Perumda Tribhuwana dalam rapat paripurna DPRD Jembrana, Selasa, 3 November 2026.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) membacakan jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Jembrana. Dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang dibahas adalah Ranperda APBD 2027 dan Ranperda Pembubaran Perumda Tribhuwana.

Pemkab Jembrana menyebut pembubaran Perumda Tribhuwana didasarkan pada kajian investasi dan analisis kantor akuntan publik yang menilai kegiatan usahanya tidak lagi efisien secara ekonomis. Penyertaan modal awal pemerintah daerah tercatat sebesar Rp5 miliar. Sebelum likuidasi difinalisasi, aset, transaksi, dan kewajiban perusahaan akan diinventarisasi serta diverifikasi.

Data per 31 Agustus 2025 mencatat total aset Perumda Tribhuwana sebesar Rp2,506 miliar, termasuk kas dan setara kas sebesar Rp2,300 miliar. Hak karyawan, direksi, serta kewajiban kepada pihak ketiga akan diselesaikan berdasarkan hasil inventarisasi dan verifikasi. Sisa kekayaan setelah kewajiban diselesaikan akan dikembalikan ke kas daerah.

APBD 2027 mengarahkan belanja ke layanan dasar Jembrana

Arah belanja dalam Ranperda APBD 2027 mencakup fasilitas publik, jalan, saluran air, irigasi tersier, perpompaan, kesehatan, fasilitas sekolah, dan beasiswa perguruan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Pemerintah daerah juga menyebut dukungan bagi petani dan nelayan melalui akses BBM dan pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, serta sarana penyimpanan es di Pengambengan.

Pengolahan sampah menjadi bagian lain dari prioritas, melalui mesin Refuse Derived Fuel (RDF), revitalisasi TPS3R, dan gerakan pemilahan sampah Teba Modern. Pemkab juga mendorong digitalisasi retribusi di TPI Pengambengan, pendataan objek pajak, serta penyiapan studi kelayakan badan usaha milik daerah untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Pengambengan.

Bagi krama di Kabupaten Jembrana, pembahasan ini berarti arah layanan dasar dan pembangunan daerah untuk 2027 sedang disusun, sementara proses penataan Perumda Tribhuwana belum selesai. Pada hari ini belum ada perubahan tarif, jadwal layanan, atau jalur perjalanan yang diumumkan dalam laporan.

Langkah berikutnya yang disebutkan adalah inventarisasi dan verifikasi aset serta kewajiban Perumda Tribhuwana sebelum proses likuidasi difinalisasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.