BPBD Bali Catat 255 Bencana Selama Oktober 2026
BPBD Provinsi Bali mencatat 255 kejadian bencana selama Oktober 2026. Kekeringan di Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem berdampak pada 1.990 KK serta 2,5 hektare sawah.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Denpasar — Catatan terbaru BPBD Provinsi Bali menyebut 255 kejadian bencana selama Oktober 2026, dengan kekeringan di Kabupaten Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem.
Dari empat kejadian kekeringan itu, dampaknya mencapai 1.990 kepala keluarga (KK) dan 2,5 hektare lahan sawah. Data tersebut tercantum dalam laporan Bali Post bertanggal 6 November 2026. Laporan itu juga menyebut kekeringan dan distribusi air bersih menjadi jenis kejadian yang paling banyak ditangani, yakni 57 kejadian atau 25,3 persen.
Untuk pembaca di empat kabupaten terdampak, angka ini berarti kebutuhan air bersih dan pemantauan lahan sawah masih menjadi perhatian setelah Oktober berakhir. Kabupaten Buleleng mencakup wilayah seperti Kecamatan Tejakula, Sinabun, Madenan, Cempaga, dan Pedawa yang sebelumnya dilaporkan masih menerima suplai air bersih. Rincian tersebut menunjukkan bahwa dampak kekeringan tidak berhenti pada pencatatan kejadian, tetapi berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga dan pertanian.
Mengapa angka kekeringan penting bagi warga Bali
Jumlah 1.990 KK menjadi ukuran penerima manfaat distribusi air bersih, sementara 2,5 hektare menunjukkan bagian lahan sawah yang terdampak. Bagi krama di Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem, informasi ini dapat dipakai untuk memperhatikan pengumuman desa, banjar, dan BPBD mengenai penyaluran air atau bantuan berikutnya.
Laporan bulanan BPBD Provinsi Bali mencatat lima kejadian yang memenuhi kategori pencatatan sesuai Peraturan BNPB Nomor 7 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Standar Data Kejadian dan Dampak Bencana. Lima kejadian itu terdiri atas empat kejadian kekeringan dan satu kebakaran gedung dan permukiman.
Secara keseluruhan, berbagai kejadian bencana pada Oktober 2026 mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Estimasi kerugian mencapai Rp4,4 miliar, sedangkan luas lahan terdampak mencapai 57,71 hektare. Untuk empat kejadian kekeringan, estimasi kerusakan disebut mencapai Rp20,7 juta.
Belum ada jadwal baru atau perubahan layanan yang dinyatakan dalam laporan ini. Warga dapat mengikuti informasi pemerintah kabupaten dan BPBD setempat terkait distribusi air bersih serta perkembangan kondisi sawah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
12 Siswa Tabanan Raih Penghargaan FTBI Bali 2026
Pada 5 November 2026, 12 siswa perwakilan Tabanan menerima penghargaan FTBI Bali 2026. Mereka terdiri atas enam siswa SD dan enam siswa SMP.
Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga





