BPD Bali dan OJK Perkuat Hilirisasi Kakao, Kuota KUR Naik Jadi Rp2,05 Triliun
Bank BPD Bali, OJK Bali, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah memperkuat hilirisasi kakao di Tabanan melalui pembiayaan, penjaminan risiko usaha, dan dukungan sarana produksi petani.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Tabanan — Bank BPD Bali bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah memperkuat ekosistem usaha kakao di Tabanan melalui pembiayaan, penjaminan risiko usaha, dan dukungan sarana produksi bagi petani.
Langkah itu dibahas dalam kegiatan yang digelar di Tabanan pada 18 September 2026. Dalam keterangan resmi Bank BPD Bali, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong hilirisasi kakao agar rantai usaha petani tidak berhenti pada penjualan bahan baku.
Bank BPD Bali menyebut penyaluran Kredit Usaha Rakyat hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 89,26 persen dari target kuota tahun ini. Karena serapan itu tinggi, bank daerah tersebut mengajukan tambahan plafon KUR sebesar Rp254,4 miliar.
Dengan tambahan itu, total kuota KUR Bank BPD Bali pada 2026 naik menjadi Rp2,05 triliun, dari realisasi 2025 sebesar Rp1,769 triliun. Bank BPD Bali juga menyatakan berencana mengajukan kuota KUR hingga Rp3,5 triliun pada tahun depan.
OJK Bali menilai penguatan ekosistem kakao perlu melibatkan banyak pihak agar petani memperoleh akses pembiayaan, kepastian pasar, dan perlindungan usaha. Dalam skema yang dipaparkan, pembiayaan dihubungkan dengan kebutuhan budidaya dan pengolahan agar nilai tambah kakao tetap berada di daerah.
Di sisi lain, Bank BPD Bali pada periode yang sama juga melaporkan penyaluran KUR sebesar Rp1,61 triliun kepada 2.378 rekening. Lembaga itu menyebut penyaluran terbesar berasal dari cabang Denpasar dan Tabanan, dengan porsi sektor produksi mencapai 70 persen.
Pengembangan kakao di Tabanan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah lewat komoditas pertanian unggulan. Pemerintah daerah dan lembaga keuangan daerah menempatkan kakao sebagai komoditas yang berpeluang didorong dari hulu sampai hilir.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
IQAir Tempatkan Tabanan di 10 Besar Polusi Udara, DLH Soroti Indikator
Kabupaten Tabanan masuk 10 besar daerah dengan kualitas udara berpolusi di Indonesia berdasarkan pemantauan IQAir pada 17 September 2026.
Terbaru di Ekonomi
Berita utama hari ini

Baca juga





