Sekitar 448 Ribu UMKM di Bali Perlu Penguatan Kompetensi dan Akses Usaha
Sekitar 448 ribu UMKM di Bali masih menghadapi persoalan kompetensi SDM, permodalan, dan pemasaran. Distribusi dinilai ikut menentukan perluasan akses konsumen.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — Sekitar 448 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali masih menghadapi persoalan kompetensi sumber daya manusia (SDM), akses permodalan, dan pemasaran pada 4 November 2026.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh. NusaBali melaporkan, jumlah pelaku UMKM itu tercatat di Bali, tetapi kemampuan bersaingnya belum sepenuhnya memadai.
Tiga persoalan itu disebut sebagai masalah yang berulang dalam pengembangan UMKM. Dari sisi SDM, pelaku usaha membutuhkan pelatihan dan program peningkatan kapasitas. Untuk permodalan, pemerintah berupaya mendekatkan UMKM dengan lembaga keuangan serta sumber pembiayaan.
Tiga hambatan menentukan ruang gerak UMKM Bali
Persoalan pemasaran berkaitan dengan distribusi produk. Dukungan jaringan logistik dinilai dapat membantu produk menjangkau konsumen lebih luas, terutama bagi pelaku usaha yang belum mampu menjalankan distribusi secara mandiri.
Dalam laporan lain, NusaBali menyebut sebagian besar UMKM Bali merupakan usaha mikro yang dikelola rumah tangga. Laporan itu juga mencatat dukungan promosi dan distribusi sebagai bagian dari upaya membantu UMKM meningkatkan usaha.
Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten/kota lain di Bali, informasi ini berarti kebutuhan pengembangan usaha tidak berhenti pada tambahan modal. Pelaku usaha perlu menyiapkan kemampuan pengelolaan, memperluas pemasaran, dan memastikan jalur pengiriman produk kepada konsumen.
Program pelatihan, penghubungan dengan lembaga pembiayaan, serta dukungan distribusi disebut sebagai langkah yang sedang diarahkan untuk menjawab tiga persoalan tersebut. Laporan yang tersedia tidak menyebut jadwal layanan baru atau tenggat khusus yang berlaku bagi pembaca pada hari ini.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Kalender Bali Tetapkan 15 Oktober 2026 Baik untuk Upacara
Kalender Bali menempatkan Kamis, 15 Oktober 2026, sebagai Wraspati Kliwon Kulawu dengan sejumlah dewasa ayu untuk upacara dan pembangunan tempat suci.…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




