Jenazah PMI Asal Perancak Jembrana Tiba di Bandara Ngurah Rai Usai Tewas di Guyana
Jenazah pekerja migran asal Desa Perancak, Jembrana, Komang Tedy Arsa Biantara Putra, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 04.40…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bandara I Gusti Ngurah Rai — Jenazah pekerja migran Indonesia asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Komang Tedy Arsa Biantara Putra, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, dijadwalkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 04.40 Wita. Informasi jadwal kedatangan ini disampaikan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana dan pejabat Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali dalam keterangan kepada media.
Menurut Kepala Disnakerperin Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, jenazah Komang Tedy diterbangkan dari Guyana menuju Indonesia melalui sejumlah rute penerbangan internasional sebelum mendarat di Jakarta. Dari Bandara Soekarno-Hatta, jenazah kemudian dikirim ke Bali sebagai kargo pesawat dan diperkirakan mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin dini hari.
Pejabat BP3MI Bali, I Nyoman Arimbawa, menjelaskan kepada media bahwa pengiriman kargo jenazah dari Jakarta ke Bali telah dikoordinasikan dengan maskapai. Ia menyebut jadwal kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai diperkirakan sekitar pukul 04.40 Wita, dengan catatan menyesuaikan jadwal penerbangan yang tersedia.
Komang Tedy Arsa Biantara Putra merupakan pemuda asal Banjar di Desa Perancak, Jembrana, yang bekerja sebagai pekerja migran di Guyana. Ia dilaporkan meninggal dunia pada akhir Agustus 2026 akibat kecelakaan lalu lintas di negara penempatannya. Pemulangan jenazah dilakukan setelah seluruh dokumen dan prosedur repatriasi diselesaikan oleh pihak perusahaan penyalur dan pemerintah terkait.
Pemerintah Kabupaten Jembrana menyatakan telah menyiapkan fasilitas untuk proses penjemputan jenazah setibanya di Bali. Kadek Mirah mengatakan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan keluarga dan aparat desa untuk memastikan penjemputan di bandara dan pengantaran jenazah ke rumah duka di Desa Perancak berjalan lancar.
Di Desa Perancak, keluarga bersama perangkat desa dan warga setempat juga menyiapkan upacara keagamaan untuk menyambut kedatangan jenazah. Menurut keterangan keluarga yang dimuat media lokal, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka di Banjar Mertasari sebelum rangkaian upacara pengabenan dilaksanakan.
Pemerintah Jembrana sebelumnya menyampaikan duka cita atas meninggalnya Komang Tedy serta menyatakan komitmen untuk mendampingi keluarga dalam proses administrasi dan pemulangan. Kasus ini menambah daftar pekerja migran asal Jembrana yang meninggal di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, sehingga pemerintah daerah menyatakan akan memperkuat pengawasan dan koordinasi terkait penempatan serta perlindungan pekerja migran.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Hukum & Kriminal
Polres Jembrana Ungkap Tujuh Kasus Narkotika, Sita 119 Gram Sabu
Satresnarkoba Polres Jembrana mengamankan delapan tersangka dalam tujuh perkara narkotika sepanjang Agustus–September 2026.
Terbaru di Kabupaten/Kota


