Permata Bank Bahas Strategi Investasi Adaptif di Bali
Permata Bank menggelar Wealth Wisdom 2026 di Bali untuk membahas strategi investasi adaptif, diversifikasi portofolio, dan faktor makroekonomi yang memengaruhi pasar.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Permata Bank menggelar Wealth Wisdom 2026 di Bali pada Jumat, 18 September 2026, dengan tema Finding Balance, Building Resilience. Forum itu membahas strategi investasi yang lebih adaptif di tengah perubahan ekonomi global.
RRI.co.id melaporkan, sesi bertajuk Turning Economic Shifts into Opportunities menghadirkan Financial Educator Gema Goeyardi dan Direktur Batavia Prosperindo Aset Management Eri Koesnadi. Keduanya membahas pengaruh suku bunga, inflasi, harga energi, likuiditas global, kebijakan perdagangan, dan faktor fiskal terhadap pasar.
Dalam laporan yang sama, Permata Bank menekankan pentingnya diversifikasi dan evaluasi portofolio sesuai profil risiko serta tujuan finansial nasabah. Bank itu juga mengaitkan pembahasan dengan kebutuhan investor untuk menyesuaikan keputusan ketika kondisi ekonomi berubah.
Ekonomi Bali jadi latar forum
Forum tersebut berlangsung ketika ekonomi Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 5,78 persen secara tahunan, dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp89,27 triliun. Data itu juga menunjukkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar, dengan porsi 21,91 persen.
Bank Indonesia dalam laporan perekonomian Bali Agustus 2026 menyebut pertumbuhan ekonomi provinsi ini ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah. Laporan itu juga mencatat inflasi IHK Bali pada triwulan II 2026 sebesar 3,27 persen secara tahunan.
RRI.co.id menyebut Wealth Wisdom 2026 mengusung enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Permata Bank menempatkan rangkaian ini sebagai ruang edukasi keuangan bagi nasabah.
Rangkaian berlanjut ke kota lain
Setelah Bali, Wealth Wisdom 2026 dijadwalkan berlanjut ke Medan pada 23 September, Bandung pada 30 September, Surabaya pada 7 Oktober, dan Jakarta pada 22 Oktober 2026. Rangkaian ini menjadi bagian dari program Permata Bank untuk membahas pengelolaan kekayaan di tengah perubahan ekonomi.
Dalam laporan RRI.co.id, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank Eddie Sajoga mengatakan pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan nilai aset dan hasil investasi, tetapi juga tujuan hidup dan keberlanjutan kesejahteraan keluarga. Permata Bank juga menyebut layanan pendampingan melalui Relationship Manager, wealth management, dan dukungan digital DiTA.
Di Bali, pembahasan forum menempatkan strategi adaptif sebagai peninjauan berkala atas alokasi aset, tingkat risiko, dan kesesuaian tujuan keuangan. Pendekatan itu dimaksudkan agar investor bisa membaca perubahan pasar tanpa bergantung pada satu pola investasi yang tetap.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pariwisata
Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi w…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga



