Bali Aktual

Kamis, 15 Oktober 2026

Disperindag Bali Catat Bawang Putih Naik 1,41 Persen

Disperindag Provinsi Bali menyebut harga bapokting masih terkendali di tengah kelangkaan BBM. Bawang putih naik 1,41 persen menjadi Rp 30.429 pada pemantauan 14 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan umbi bawang putih segar di dalam keranjang anyaman.
Ilustrasi: Tumpukan umbi bawang putih segar di dalam keranjang anyaman. · Foto: Atlantic Ambience / Pexels

Denpasar — Disperindag Provinsi Bali mencatat kenaikan harga bawang putih sebesar 1,41 persen pada 14 Oktober 2026, sementara harga barang kebutuhan pokok dan barang penting di Bali secara umum masih terkendali di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Pemantauan melalui aplikasi SiGapura Bali menunjukkan harga bawang putih naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 30.429. Dampak kelangkaan BBM terhadap harga pangan secara umum masih relatif terbatas, dengan pengaruh terhadap inflasi umum diperkirakan di bawah 0,1 persen.

Disperindag juga menemukan sinyal peringatan dini kenaikan harga pada tujuh dari 20 komoditas yang dipantau. Selain bawang putih, kenaikan tercatat pada jeruk lokal sebesar 0,75 persen, cabai merah besar 0,63 persen, bawang merah 0,40 persen, beras medium I 0,13 persen, cabai rawit 0,10 persen, dan beras premium 0,06 persen.

Kenaikan bawang putih menjadi patokan belanja harian

Bagi pembaca di Kota Denpasar dan kabupaten lain di Bali, angka bawang putih menjadi tanda yang perlu diperhatikan saat menyusun belanja dapur hari itu. Harga belum disebut mengalami kenaikan signifikan secara umum, tetapi komoditas hortikultura yang pasokannya bergantung pada distribusi dari luar daerah mulai menunjukkan tekanan.

Kelangkaan BBM sebelumnya memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi distribusi tersebut menjadi latar pemantauan harga, namun laporan menyebut dampaknya terhadap harga pangan masih terbatas. Pembeli dapat membandingkan harga bawang putih dan kebutuhan lain di pasar setempat sebelum berbelanja dalam jumlah besar.

Perubahan yang perlu dipantau pembaca hari ini adalah harga bawang putih, terutama karena komoditas itu mencatat kenaikan tertinggi dalam pemantauan 20 komoditas. Laporan tidak menyebut perubahan tarif, jadwal distribusi, atau tenggat baru setelah pemantauan 14 Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.