PAD Tabanan 2026 Ditargetkan Rp927,17 Miliar, Baru Terealisasi 37,51 Persen
Pemkab Tabanan menargetkan PAD 2026 sebesar Rp927,17 miliar, naik 25,32 persen dibanding 2025. Hingga September, realisasi baru Rp347,81 miliar atau 37,51 persen dari target, dengan pajak dan retribusi daerah menjadi penyumbang utama.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Tabanan — Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali, menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD 2026 sebesar Rp927,17 miliar, naik 25,32 persen dibandingkan anggaran PAD 2025 menurut data yang dirangkum Databoks dan pemberitaan media lokal.
Pada periode Januari hingga September 2026, realisasi PAD Tabanan tercatat Rp347,81 miliar atau 37,51 persen dari target tahunan Rp927,17 miliar berdasarkan publikasi Databoks per 10 September 2026.
Dengan selisih sekitar Rp579,36 miliar antara target PAD 2026 dan realisasi sampai September, pemerintah daerah masih perlu mengejar penerimaan tambahan pada triwulan terakhir untuk memenuhi target APBD.
Sumber utama PAD Tabanan 2026
Databoks mengutip data APBD 2026 dan merinci bahwa PAD Kabupaten Tabanan pada tahun anggaran ini berasal dari empat komponen utama.
Komponen terbesar adalah pajak daerah dengan nilai Rp219,68 miliar, disusul retribusi daerah Rp88,64 miliar.
Pos lain-lain PAD yang sah tercatat Rp29,94 miliar, sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp9,54 miliar.
Keempat komponen tersebut merupakan struktur sumber PAD Tabanan 2026 yang ditampilkan dalam basis data ekonomi Databoks.
Laporan lain dari media lokal mencatat bahwa pajak daerah menjadi kontributor terbesar terhadap PAD Tabanan, dengan realisasi Rp216,13 miliar atau 48,51 persen dari target Rp445,64 miliar dalam APBD 2026, serta retribusi daerah Rp77,05 miliar atau 35,01 persen dari target.
Angka-angka tersebut menunjukkan peran pajak dan retribusi sebagai tulang punggung penerimaan PAD di Tabanan.
Kenaikan target dan capaian hingga pertengahan tahun
Portal data ekonomi Databoks menyebut bahwa target PAD Tabanan 2026 sebesar Rp927,17 miliar naik 25,32 persen dibandingkan anggaran PAD tahun sebelumnya.
Media lokal yang mengulas kebijakan pendapatan daerah Tabanan menulis bahwa pemerintah kabupaten menaikkan target PAD 2026 menjadi lebih dari Rp927 miliar dari sekitar Rp772 miliar pada 2025 sebagai bagian dari upaya menggenjot pendapatan di tengah efisiensi anggaran transfer ke daerah.
Sementara itu, laporan pada akhir Juli 2026 mencatat bahwa realisasi PAD Tabanan telah mencapai Rp331,97 miliar atau 35,80 persen dari target Rp927,17 miliar.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp347,81 miliar atau 37,51 persen per September 2026 menurut pembaruan Databoks.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dalam rentang sekitar dua bulan, penerimaan PAD Tabanan bertambah sekitar Rp15,84 miliar.
Perbandingan target dan realisasi PAD
Data APBD 2026 yang dirangkum Databoks dan Tribunnews menunjukkan bahwa target PAD Tabanan tahun ini konsisten berada pada kisaran Rp927,17 miliar.
Realisasi Rp347,81 miliar sampai September 2026 menggambarkan posisi penerimaan yang masih di bawah separuh target tahunan, yakni sekitar 37,51 persen.
Pada saat yang sama, pemberitaan media lokal mencatat bahwa realisasi pendapatan daerah Tabanan secara keseluruhan — termasuk PAD dan sumber lainnya — telah menembus Rp1 triliun atau 45,88 persen dari target APBD sebesar Rp2,181 triliun hingga pertengahan Juli 2026.
Dalam konteks kebijakan pendapatan, pemerintah kabupaten disebut mengambil langkah menaikkan target PAD untuk mengimbangi efisiensi pada pos transfer ke daerah.
Data realisasi PAD per September memperlihatkan ruang yang masih perlu diisi oleh berbagai sumber pendapatan daerah pada sisa tahun anggaran 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
DPRD Tabanan Minta LP2B Beri Insentif dan Bebaskan PBB-P2
DPRD Tabanan dalam rapat paripurna internal 18 September 2026 mendorong ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan disertai insentif b…
Terbaru di Data Bali

Berita utama hari ini

Baca juga





