Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

OJK Bali Laporkan Pembiayaan Rp338 Miliar hingga Agustus 2026

OJK Provinsi Bali melaporkan penyaluran pembiayaan sekitar Rp338 miliar melalui program kredit sektor prioritas dan pembiayaan melawan rentenir hingga Agustus 2026, disertai ratusan kegiatan inklusi keuangan dan penguatan tabungan pelajar…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Denpasar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan penyaluran pembiayaan senilai sekitar Rp338 miliar kepada pelaku usaha di daerah hingga Agustus 2026, melalui skema kredit sektor prioritas dan pembiayaan melawan rentenir yang difasilitasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bali.

Menurut laporan Nusantarajayanews, Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman menyampaikan capaian tersebut dalam media gathering bertajuk “Ngorte” di Kantor OJK Bali, Denpasar, pada pertengahan September 2026. Pembiayaan itu terdiri atas sekitar Rp12,72 miliar melalui program Kredit atau Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) yang disalurkan kepada 101 debitur, serta sekitar Rp325,28 miliar melalui program Kredit atau Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) kepada 7.097 debitur.

Dengan demikian, total debitur yang mengakses pembiayaan K/PSP dan K/PMR yang dilaporkan OJK Bali mencapai 7.198 pelaku usaha hingga Agustus 2026. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan untuk memperluas akses pembiayaan formal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kegiatan inklusi dan tabungan pelajar

Nusantarajayanews mencatat, TPAKD di sembilan kabupaten/kota dan Provinsi Bali melaksanakan 486 kegiatan terkait percepatan akses keuangan dengan total 22.764 peserta hingga Agustus 2026. Kegiatan itu mencakup sosialisasi, edukasi, pendampingan, dan pencocokan usaha dengan pembiayaan untuk mendorong pemanfaatan produk keuangan di daerah.

Rincian kegiatan antara lain 355 kegiatan program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR KU Pandai dengan 16.225 peserta, 82 kegiatan optimalisasi akses pembiayaan seperti KUR, KUR daerah, dan pembiayaan ultra mikro dengan 3.162 peserta, serta 12 kegiatan UMKM Bali Nadi Jayanti dengan 298 peserta. Selain itu, terdapat 20 kegiatan edukasi untuk aparatur sipil negara dan masyarakat umum, dua kegiatan Desa EKI Seraya Timur, serta 15 kegiatan lain yang mendukung inklusi keuangan.

Untuk program KEJAR KU Pandai, OJK Bali melaporkan cakupan 863.303 siswa dengan 737.902 rekening tabungan pelajar dan nominal simpanan sekitar Rp215,1 miliar. Tingkat kepemilikan rekening pelajar di Bali dalam program ini disebut mencapai 85,47 persen.

Dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, salah satu satuan pendidikan di Denpasar, yakni SMP Negeri 9 Denpasar, memperoleh penghargaan sebagai sekolah implementasi KEJAR terbaik kategori pendidikan umum.

Edukasi keuangan dan pemanfaatan platform digital

OJK Bali juga melaporkan pelaksanaan 11.420 kegiatan edukasi keuangan dengan total 75.820 peserta hingga Agustus 2026. Kegiatan itu mencakup berbagai program seperti Gerakan Cerdas Keuangan (GENCARKAN), edukasi keuangan syariah, Siswa Melek Keuangan (SIMOLEK), Duta Literasi, Kuliah Kerja Nyata Literasi Keuangan (KKN LIK), serta pemanfaatan platform Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU).

Di Bali, LMSKU dilaporkan dimanfaatkan oleh 13.709 pengguna, yang mengakses modul-modul literasi keuangan secara daring. Angka ini merupakan bagian dari penguatan infrastruktur literasi digital yang secara nasional juga dilaporkan OJK pusat dalam berbagai siaran pers mengenai kinerja edukasi keuangan sepanjang 2026.

Dalam skala nasional, OJK mencatat ribuan kegiatan edukasi keuangan dengan jutaan peserta serta pemanfaatan LMSKU dan program GENCARKAN yang menjangkau ratusan juta peserta di berbagai daerah. Data tersebut menunjukkan bahwa inisiatif edukasi di Bali berjalan seiring dengan program literasi dan inklusi keuangan OJK di tingkat nasional.

Selain kegiatan edukasi, OJK Bali menginisiasi penyusunan modul ajar literasi keuangan untuk SMA dan Madrasah Aliyah bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali. Modul ajar tersebut diusulkan dalam ajang Financial Literacy Award 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan di lingkungan pendidikan menengah.

Konteks program daerah

Sejalan dengan penguatan akses keuangan, OJK bersama TPAKD di Bali mendorong berbagai inisiatif pembiayaan daerah seperti subsidi kredit usaha mikro di Badung, KUR daerah di Gianyar, serta skema pembiayaan bagi calon pekerja migran Indonesia di Bangli dan Jembrana. Program lain yang disebutkan adalah pengembangan usaha melalui inisiatif Mekarya Ulian Tresna dan penguatan ekonomi daerah berbasis komoditas, termasuk kakao.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi OJK Bali dan pemerintah daerah untuk memperluas akses pembiayaan formal, meningkatkan budaya menabung, dan memperkuat literasi keuangan masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.