Mengapa Literasi Keuangan Bali Mencapai 78,77 Persen?
SNLIK 2026 mencatat literasi keuangan Bali 78,77 persen dan inklusi 96,24 persen. Bali berada di peringkat ketiga nasional untuk literasi dan keenam untuk inklusi.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Denpasar — Indeks literasi keuangan Bali tercatat 78,77 persen dan indeks inklusi keuangan 96,24 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang disampaikan dalam kegiatan literasi keuangan di Denpasar pada 25 September 2026.
Data tersebut menempatkan Bali pada peringkat ketiga nasional untuk literasi keuangan dan peringkat keenam untuk inklusi keuangan. Literasi keuangan menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan masyarakat dalam mengelola keuangan, sedangkan inklusi keuangan berkaitan dengan akses serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan.
Mengapa angka ini penting bagi pembaca di Bali
Bagi krama, pelajar, keluarga, dan pelaku usaha di Denpasar serta kabupaten/kota lain di Bali, perbedaan antara literasi dan inklusi perlu dipahami. Akses yang luas belum otomatis berarti setiap pengguna memahami biaya, risiko, manfaat, dan kewajiban dari produk keuangan yang dipakai.
Dalam kegiatan di Denpasar, pelajar dibekali literasi finansial sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman keuangan sejak usia sekolah. Informasi ini dapat dipakai pembaca untuk menilai kembali penggunaan rekening, layanan pembayaran, pinjaman, asuransi, dan produk keuangan lain sebelum mengambil keputusan.
Hasil SNLIK 2026 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen dan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 93,61 persen. Bali berada di antara provinsi dengan indeks literasi tertinggi, setelah DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan.
Angka Bali untuk inklusi keuangan juga berada di atas angka nasional. Namun, data peringkat tidak menggantikan kebutuhan untuk memahami produk yang digunakan. Pembaca tetap perlu memperhatikan ketentuan, biaya, keamanan transaksi, serta kesesuaian layanan dengan kebutuhan rumah tangga atau usaha.
Untuk pelajar dan keluarga di Denpasar, langkah yang dapat dilakukan hari ini adalah memeriksa rekening dan layanan digital yang digunakan, memastikan biaya serta tujuan pemakaiannya dipahami, dan tidak membagikan data pribadi atau kode keamanan kepada pihak lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Bali Verifikasi Ulang Data 3.011 Organisasi Subak
Pemprov Bali dan pemerintah kabupaten/kota memverifikasi ulang data 3.011 organisasi subak. Sekitar 2.800 mengajukan bantuan, sementara BKK 2027 tetap…
Terbaru di Data Bali

Baca juga





